Pospapua.com
Nasional

Indonesia Butuh Setengah Juta Tenaga Pustakawan

Oleh: Eko P |

Pospapua.com, Jakarta – Indonesia membutuhkan setengah juta tenaga pustakawan untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama. Fakta ini menyusul minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang tersebut.

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia M Syarif Bando mencatat hanya sekitar 5 ribu pustakawan yang tersedia.  “Masih dari jauh dari yang diharapkan, itu dihitung dari satu sekolah satu pustakawan untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama, jumlahnya mencapai 500 ribu orang,” jelas M Syarif Bando di Jakarta, Selasa(13/8).

Menurut Syarif walaupun masih kurang dalam bentuk jumlah, tetapi dirinya merasa bangga atas kinerja para pustakawan saat ini sebagai motor penggerak perpustakaan baik di perguruan tinggi, perpustakaan umum di desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

“Indonesia telah mencatat sebagai salah satu Negara dengan kualitas perpustakaan terbaik di dunia dalam menyajikan akses mencapai 2,3 miliar karya ilmiah,” ungkap Syarif.

Selain itu, Indonesia berada pada urutan ke 16 dari 30 negara besar yang diteliti untuk kegemaran membaca dengan rata-rata 6 jam lebih per pekan atau lebih baik dari Inggris, Amerika Serikat, Jepang dan Korea.

Dengan capaian itu kata Syarif, kebijakan pemerintah menjadikan perpustakaan sebagai urusan wajib baik di pusat, provinsi maupun kabupaten kota, mulai menunjukkan titik terang. Ditambah lagi dengan keterlibatan para penggiat literasi di Indonesia, untuk bersama-sama pemerintah mendorong tumbuhnya kegemaran membaca di masyarakat.

“Yang paling penting adalah sejak diluncurkan pengiriman buku gratis setiap tanggal 17 bulan berjalan, oleh Prseidn Joko Widodo, sudah lebih 400 ton buku terkirim dari sabang sampai Merauke selama kurun waktu tersebut,” katanya.

Angka itu menurut dia menunjukkan partisipasi orang-orang sukses di Jakarta turut mengambil bagian dalam mengirimkan buku ke daerah asalnya masing-masing.

Syarif berharap para pustakawan terus berinovasi untuk menyesuaikan dengan tantangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0, yakni kepemimpinan, dapat memecahkan masalah, kekuatan jaringan, dapat berkolaborasi, berinovasi serta memiliki kreativitas.(EP/asi)

Baca Juga:

Internet di Papua Diblokir Pemerintah, Alasannya Demi Keamanan Negara

Syaiful

Alasan Polisi Membubarkan Aksi Mahasiswa Papua di Bali

Nethy Dharma Somba

Paslon 02 Tak Ingin Ada Pihak Cederai Demokrasi

Firman

Leave a Comment