Pospapua.com
Pratu Syahrir, Prajurit Yonif Raider 751 saat menjalani perawatan medis akibat luka panah di RS Marthen Indey, Jayapura, Rabu (25/9). (foto : Pendam Cenderawasih)
Peristiwa

“Hujan” Panah di Puncak Jaya, 2 Aparat dan 3 Warga Sipil Terluka

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Mulia – Kelompok masyarakat dari dua kampung di Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, saling serang menggunakan panah, sejak Selasa (24/9). “Hujan” panah yang terjadi wilayah itu menyebabkan lima orang luka-luka, dua diantaranya merupakan aparat keamanan.

Dua aparat korban panah yakni Pratu Syahrir, prajurit Yonif Raider 751 dan Brigadir Polri Sahar, anggota Polres Puncak Jaya. Saat ini Pratu Syahrir telah dievakuasi ke Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Cpl Eko Daryanto, dalam siaran persnya, Rabu (25/9) membenarkan jatuhnya korban aparat TNI saat melerai perang antar suku di Kampung Pagaleme, Distrik Pagaleme, Puncak Jaya.

“Pratu Syahrir mengalami panah di bagian pundak. Saat ini telah dievakuasi ke Jayapura untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut di RS Marthen Indey Jayapura,” kata Eko Daryanto.

Perang antar suku ini, kata Eko, dipicu adanya penghadangan yang dilakukan kelompok BT terhadap kelompok KW yang mengakibatkan KW terkena panah di bagian perut, pada Senin (23/9). Sehari kemudian, BT ditemukan meninggal di rumahnya akibat luka panah dari pelaku yang belum teridentifikasi.

“Kematian BT memicu kemarahan sanak saudaranya, Selasa (24/9) sekitar pukul 15.00 WIT, 200 pengikuti kubu BT dari Kampung Puncak Senyum menuju Kampung Pagaleme untuk melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tradisional berupa panah,” terangnya.

Serangan itu, sambungnya, mendapatkan perlawanan dari kubu KW dengan saling melepaskan anak panah. Aksi saling serang menggunakan panah itu menyebabkan tiga warga mengalami luka-luka.

Sementara aparat keamanan dari Polres Puncak Jaya dan Satgas Pamrahwan Yonif Raider 751 yang berada di lokasi, malah menjadi korban saat berusaha melerai kedua kelompok. “Tembakan peringatan ke udara telah dilakukan hingga memukul mundur kedua kelompok yang bertikai,” kata Eko.

Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya telah memediasi kedua kelompok masyarakat yang bertikai. Keduanya sepakat menyerahkan pelaku penghadangan terhadap KW maupun pembunuhan terhadap BT kepada aparat kepolisian. (Asi)

Baca Juga:

Buset ! Sapi Kurban Lepas Lalu Seruduk 4 Motor, Begini Kronologinya

Syaiful

Pramuria Ditemukan Gantung Diri di Kamar

Syaiful

ASN Meninggal Usai Berhubungan Seks dengan Wanita Panggilan

Syaiful

Leave a Comment