Pospapua.com
Kesibukan di Bandara Oksibil melakukan pencarian Heli MI-17 yang hilang sejak Jumat (28/6) (foto: Pendam XVII/Cenderawasih).
Nusantara

Hari Kelima Pencarian Heli MI 17 Belum Ada Titik Terang

Oleh: Hasibuan Aman |

Pospapua.com, Jayapura– Sudah lima hari helicopter MI-17 milik TNI yang membawa 12 prajurit TNI  hilang di Papua, dalam penerbangan dari Oksibil menuju Jayapura. Belum ada titik terang tentang keberadaan pesawat dan penumpangnya tersebut.

Tim SAR Gabungan sudah melibatkan masyarakat setempat melakukan pencarian dengan pertimbangan memahami kondisi geografis di wilayah tersebut namun belum juga berhasil.

Setiap hari pukul 08.00 WIT tim SAR yang melakukan pencarian lewat udara terbang ke Oksibil menyusur gunung yang tertutup awan tebal memantau dari atas udara mencari titik keberadaan helicopter.

Waka Pendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan pencarian lewat udara Selasa (2/7) melibatkan dua unit helikopter Bell 412 TNI AD, dan  satu unit CN 235 TNI AU serta heli bell 206. “Pencarian hari ini kita mulai pukul 08.00 Wit. Kegiatan pencarian dilakukan 2 kali penerbangan pencarian (searching flight) pada radius 5 – 20 mile dari titik lost contact dengan rata-rata waktu terbang  90 menit dalam setiap penerbangan,” kata Wakapendam Letkol Dax Sianturi.

Sementara pencarian melalui darat dilakukan tim SAR darat dengan kekuatan 100 orang. Pencarian melalui darat mencakup tiga wilayah yakni Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan daerah Airu, Lereh, Kabupaten Jayapura. Sementara Tim SAR darat ditarik dari Kampung Mimin.

“Posko SAR di Oksibil telah berhasil menggelar komunikasi dan melakukan kontak radio ke 34 distrik yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang untuk mengimbau masyarakat agar dapat mengirimkan informasi ke posko melalui radio, apabila menemukan informasi tanda-tanda keberadaan Heli  MI 17 No Reg HA 5138,”ujar Dax.

Sementara untuk Heli  Bell 412 TNI AD melaksanakan 1 kali penerbangan pencarian (searching flight) pada radius 5 – 20 mile dari titik lost contact dengan waktu terbang sekitar 40 menit. Dan  Heli  Bell 412 TNI AD melaksanakan 1 kali penerbangan pencarian (searching flight) di sekitar Gunung Mol dengan waktu terbang sekitar 60 menit.

“Pencarian di Oksibil, dengan kekuatan 50 orang dipimpin Dandim 1702 orang yang merupakan gabungan personel TNI, Polri, Basarnas dan masyarakat melakukan penyisiran di Distrik Oskob di sekitar Kampung Mimin dan ketinggian Gunung Mol,” imbuhnya.

Sementara untuk pencarian di Distrik Airu, Lereh, Kabupaten Jayapura , dengan kekuatan 20 orang gabungan TNI dan masyarakat dipimpin Dandim 1701 melakukan penyisiran di wilayah Kaureh. Sedangkan  di Airu, dengan kekuatan 30 orang gabungan TNI dan masyarakat dipimpin Kasi Ops Korem 172.

Selanjutnya tim SAR udara melakukan evaluasi di Posko Utama yang bertempat Lanud Silas Papare, sedangkan tim SAR darat melakukan evaluasi di Posko Taktis yang berkedudukan di Koramil Oksibil. (nds)

 

Baca Juga:

600 Prajurit TNI AD Amankan Pembangunan Jembatan di Nduga

Nethy Dharma Somba

PLTMG Gangguan Sistem Suplai Bahan Bakar, PLN Jayapura Defisit 8-19 MW

Nethy Dharma Somba

Gotong Royong Perbaiki Jembatan Putus di Sarmi

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment