Pospapua.com
Gubernur Papua Lukas Enembe (kelima dari kiri) saat berbincang dengan Ketua Paguyuban usai pertemuan di Gedung Negara Jayapura, Rabu (4/9). (foto : Achmad Syaiful)
Hukum & Kriminal

Gubernur : Proses Hukum Tersangka Kerusuhan Tetap di Papua !

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Penetapan 33 tersangka kasus kerusuhan di Kota Jayapura oleh Polda Papua mendapat perhatian Pemerintah Papua. Buktinya, Gubernur Papua Lukas Enembe langsung mengeluarkan penegasan agar proses hukum para tersangka  tetap dilakukan di Papua.

“Saya minta anak-anak yang ditahan di Polda Papua tidak boleh dibawa keluar, harus proses di sini (Papua),” tegas Lukas Enembe kepada wartawan usai pertemuan dengan paguyuban di Gedung Negara Jayapura, Rabu (4/9) sore.

Selain penahanan di Papua, lanjut Lukas Enembe, proses hukum hingga tingkat kejaksaan tetap digelar di Papua. “Jadi jangan dibawa keluar, termasuk proses di kejaksaan. Mereka harus tetap di Papua, jangan dibawa ke Makassar,” terangnya.

Dia pun menyesalkan aksi pembakaran dan pengrusakan bangunan kantor, rumah warga dan fasilitas publik. Pemerintah Papua berharap Pemerintah Pusat dapat segera membangun kembali kantor dan rumah warga yang rusak.

“Apa yang terjadi di Jayapura memang di luar dugaan kita, mulai MRP sampai Kantor Gubernur. Ini menjadi tugas pemerintah untuk membangun kembali kantor dan rumah warga yang terbakar,” kata Lukas Enembe.

Diketahui, Polda Papua menetapkan 33 orang sebagai tersangka pasca kerusuhan di Kota Jayapura.  28 tersangka ditetapkan pada Sabtu (31/8), sedangkan lima tersangka sisanya ditetapkan oleh kepolisian pada Rabu (4/9) pagi.

28 tersangka telah ditahan di rumah tahanan Mapolda Papua, sedangkan lima tersangka sisanya ditahan di rumah tahanan Mapolres Jaayapura Kota. Sejumlah barang bukti senjata tajam, senjata tradisional maupun batu, termasuk puluhan ketapel yang digunakan oleh para tersangka disita. Tak hanya itu, peralatan elektronik hasil penjarahan turut disita aparat kepolisian.

Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa susulan di Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/8) berlangsung rusuh. Puluhan bangunan, sepeda motor dan mobil ludes dibakar.

Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan jaringan telekomunikasi seluler dan aliran listrik ke rumah pemukiman warga terputus.  Kondisi ini menyebabkan situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktivitas perkantoran dan perekonomian lumpuh. (Asi)

Baca Juga:

Pria Asal PNG Selundupkan 2 Kg Gelembung Ikan ke Indonesia

Syaiful

Sebar Hoaks Makanan Beracun, Seorang Pemuda di Timika Ditahan Polisi

Syaiful

KPK Sita Bukti Transfer Rp 2 Miliar

Syaiful

Leave a Comment