Pospapua.com
Gubernur Papua Lukas Enembe. (foto : dok istimewa)
Nasional

Gubernur Papua Tak Ampuni Mahasiswa Anarkis

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura –  Gubernur Papua Lukas Enembe meminta dengan tegas mahasiswa eksodus dari beberapa kota studi agar tidak melakukan aksi berbau kejahatan hingga menganggu stabilitas keamanan di Papua.

Bahkan, gubernur dua periode ini tak akan memberi ampun bagi mahasiswa anarkis. Apalagi aksi tersebut berdampak pada terganggunya aktifitas pemerintahan, pendidikan maupun fasilitas umum di wilayah Papua.

“Jangan sampai keinginan anda menganggu stabilitas keamanan. Saudara tidak mau dengar gubernur, lalu bertindak anarkis, maka anda tidak akan diampuni. Saudara harus sadar itu, ini tegas kami bicara,”  kata Enembe dalam keterangan persnya di Gedung Negara Jayapura dalam menyingkapi situasi di Jayapura, Senin (23/9).

Enembe mengimbau para siswa di Wamena agar tak terprovokasi dengan hasutan dari mahasiswa yang nantinya justru menggangu pendidikan para siswa itu sendiri. Dia pun kembali menekankan kepada para mahasiwa maupun pelajar untuk tidak melakukan aksi lagi dengan jargon tertentu.

“Pasti aparat keamanan akan bertindak tegas kalau kalian (siswa) jika menggangu seluruh aktifitas Pemerintah dan umum dengan melakukan pembakaran atau pemblokiran ruas jalan tertentu,”tegasnya.

Soal bentrokan di Jayapura, Enembe mengaku baru menerima satu korban meninggal dari anggota TNI. Sementara korban luka berasal dari aparat Brimob dan sejumlah masyarakat sipil.

“Secara prosedur sebenarnya aparat sudah amankan dan memulangkan mereka. Tapi saat diturunkan di Expo Waena terjadi bentrok. Di Wamena juga sama, ini dari pelajar tingkat SMA. Mereka melakukan pembakaran fasilitas umum maupun Pemerintah,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, bentrok terjadi antara aparat keamanan TNI-Polri dengan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di kawasan Expo, Waena, Kota Jayapura, Senin (23/9) siang.

Bentrokan ini menyebabkan satu prajurit TNI gugur akibat diserang pendemonstrasi. Korban merupakan prajurit Yonif 751 Raider bernama Praka Zulkifli. Dia meninggal akibat luka bacok pada bagian kepala. (Asi)

Baca Juga:

Ari Lasso: UU Perlu, tapi Jangan Membelenggu Kreativitas

Anjar Asmoro Heryanto

Gejolak di Papua, DPR : Kepala Daerah Jangan Lepas Tangan

Syaiful

Gaji 1.228 Guru Honorer Ternate Belum Dibayar

Anjar Asmoro Heryanto

Leave a Comment