Pospapua.com
Gubernur Papua Lukas Enembe memberikan penjelasan soal kepulangan mahasiswa Papua di Gedung Negara Jayapura, Senin (9/9) (foto : dok Pospapua.com)
Headline

Gubernur : Istana Presiden Bukan Solusi Masalah Papua

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Mencuatnya wacana pembangunan Istana Presiden di Papua dalam pertemuan para tokoh Papua di Istana Kepresidenan, Selasa (10/9), mendapat sorotan tajam dari Pemerintah Provinsi Papua.

Bahkan, Gubernur Papua Lukas Enembe secara tegas menilai pembangunan Istana Kepresidenan di Papua bukan solusi untuk menyelesaikan persoalan di wilayah paling timur Indonesia ini.

“Persoalan Papua tidak bisa selesai dengan cara itu, tetapi harus dibicarakan sampai akar persoalan. Saya pikir solusi sudah saya sampaikan kepada Presiden Joko Widodo, tetapi kalau dengar dari luar lagi terserah,” cetus Lukas usai coffe morning di Mapolda Papua, Rabu (11/9).

Lukas menegaskan, Pemerintah Papua tidak mengetahui pertemuan 61 tokoh Papua di Istana Kepresidenan Jakarta. Menurutnya, pertemuan para tokoh Papua di Istana adalah kepentingan pribadi.

“Itu dari kelompok berbeda, bukan dari aspirasi masyarakat atau pemerintah. Saya (pemerintah) tidak tahu, Papua bukan satu suku, ada 300 lebih suku, tidak bisa orang tertentu yang berangkat tanpa pemberitahuan dari Pemerintah Papua,” tegasnya.

Gubernur dua periode ini kembali menegaskan bahwa menyelesaikan persoalan di Papua bukan dengan cara sendiri-sendiri. “Kami tidak tahu apa yang dibicarakan kepada Pemerintah Pusat, tidak bisa sendiri-sendiri, tidak bisa dengan cara seperti itu. Kalau minta jabatan, minta Asrama dibangun, minta provinsi itu orang Papua akan mati terus dan bukan solusi,” tandasnya.

Sebelunya, Tokoh Papua, Abisai Rollo dalam pertemuan di Istana Kepresidenan meminta Presiden Joko Widodo membangun Istana Presiden di Papua. Bahkan, Abisai mewakili para tokoh Papua bersedia menyumbangkan lahan seluar 10 hektare untuk Istana dimaksud.

Lokasi Istana,  menurut Abisai Rollo, berada di wilayah Distrik Muara Tami. Istana Presiden dapat ditempuh lebih cepat dengan melintasi Jembatan Holtekamp. (Asi)

Baca Juga:

Presiden Ketiga Indonesia, BJ Habibie Wafat

Syaiful

Banjir Lumpur di Sigi Sulteng, Ribuan Warga Mengungsi

Nethy Dharma Somba

Banjir Bengkulu 12.000 Orang Mengungsi, Sejumlah Infrastruktur Rusak

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment