Pospapua.com
Nusantara Profil

Geisler Ap, Berjuang untuk Gapai Mimpi Menuju Las Vegas

Oleh: Ari Bagus Poernomo | 
Kota Las Vegas, Amerika Serikat adalah kiblat bagi para petinju di seluruh dunia, begitupun bagi Geisler Ap petinju asal Papua yang saat ini tengah berjuang untuk menggapai mimpinya untuk mengharumkan nama Papua di kancah internasional.
Pospapua.com, Jayapura – Usai meneguk jus buah naga, Geisler Ap mulai berkisah tentang perjuangannya di dunia tinju yang sudah ia geluti kurang lebih 20 tahun terakhir ini.
“Saya mulai berkarir di dunia tinju itu mulai dari kelas 5 SD sampai tahun 2009” kata Geisler Ap yang ditemui Pospapua.com di salah satu kafe yang berada dalam wilayah pemerintahan Distrik Abepura, Selasa (12/3) malam hari.
Sebelum masuk ke tinju profesional, Geisler hanya seorang petinju amatir yang kalau bertanding masih menggunakan kaos dan pelindung kepala.
Namun status Geisler sebagai seorang petinju berubah saat dirinya memberanikan diri menerima tawaran promotor dari Jakarta yang memintanya untuk beralih dari kelas amatir ke profesional.
Semua yang Geisler perjuangkan dalam masa peralihan dari kelas amatir ke profesional itu tidak selalu berjalan mulus dalam segala hal, bahkan hingga hari ini.
“Jadi saat saya memutuskan masuk ke tinju profesional itu, saya mulai berjuang dari nol sampai pada saat ini, saya selalu berjuang sendiri, memang ada bantuan dari pemerintah tapi itu jarang sekali. Jadi ketika saya pergi bertanding, khususnya di luar Papua saya jalan dengan dana dan ongkos seadanya,’’ kata Geisler.
Meski bantuan dari pemerintah jarang sekali ia dapatkan, namun dirinya memiliki segudang prestasi yang berhasil diraih di tinju profesional dari tahun 2009 hingga saat ini.
Geisler juga masih ingat betul dengan perstasi pertama yang berhasil dirinya raih di tinju profesional yaitu dengan mengalahkan pentinju asal Cilandak pada tahun pertamanya masuk di tinju profesional tahun 2009.
Diungkapkannya, usai mengalahkan petinju asal Cilandak itu peringkatnya sebagai petinju profesional di Indonesia menanjak dari yang tadinya berada di urutan 15 besar ke peringkat 10 nasional.
Setelah itu dirinya juga mendapatkan tawaran untuk bertanding dalam sebuah kejuaraan tinju yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun TV swasta nasional pada tahun yang sama.
“Tawaran dari Indosiar itu saya ikuti juga dengan maksud untuk memperbaiki peringkat saya sebagai seorang petinju dan hasilnya setelah kejuaraan itu saya berada di peringkat ke lima tinju nasional,” ungkapnya.
Selanjutnya pada tahun 2010 Geisler kembali mendapatkan tawaran untuk mengkuti kejuaraan tinju yang diselenggarakan oleh TVRI. Hasilnya usai menjuarai kejuaraan tinju tersebut Geisler berhasil berada di puncak yakni berada di peringkat pertama tinju nasional usai mengalahkan petinju asal Lombok, Sahlan Coral.
Usai kejuaraan terebut, sebulan kemudian dirinya kembali mendapatkan tawaran lagi untuk bertinju dalam kejuaraan Orient and Pacific Boxing Federation (OPBF) di Negeri Sakura melawan Motoshi Kasagi.
“Sebenarnya saya belum punya pengalaman untuk mengikuti kejuaraan itu tapi berkat dukungan dari keluarga dan kerabat makanya saya memutuskan untuk ikut. Setelah ikut dalam kejuaraan itu, apa yang ingin saya capai itu kandas di ronde yang ke 7, saya KO Jadi karena saya KO gelar saya yang saya rebut di Jakarta itu hilang, kalau waktu itu saya hanya kalah angka gelar saya juga tidak akan hilang,’’ tambahnya.
Sepulangnya dari Jepang, peringkat tinju nasionalnya itu turun lagi sehingga dirinya terus berupaya untuk mengembalikan peringkatnya seperti semula.
“Untuk perbaiki peringkat itu saya dapat kesempatan lagi untuk ikut kejuaraan nasional lagi dan saya dapat, kemudian saya dapat tawaran lagi untuk bermain di Thailand, waktu main di Thailand saya kalah lagi disana. Jadi saya kalahnya selalu di luar negeri, makanya itu kenapa saya punya peringkat sering naik turun, jadi untuk target ke kejuaraan WBC atau WBO ini sangat lama sekali,’’ ujarnya.
Geisler menjelaskan, untuk kejuaraan WBC yang akan diikutinya pada pertengahan Maret mendatang melawan petinju asal Thailand di Jakarta, ini kebetulan lagi kosong di kelas 63.5kg, sehingga promotor di Jakarta coba merekomendasi dirinya untuk ikut dalam kejuaraan tersebut,
“Karena lowong, promotor di Jakarta ini coba kontak ke Korea di Presiden WBC dan bilang bisa tapi ya kita harus siapkan dana sekitar Rp 180 juta untuk biaya adminstrasi pendaftaran dan lain-lain,” tukasnya.
Oleh sebab itu saat ini bersama sang Manager, Yamander Yensenem, dirinya tengah bekerja keras untuk mendapatkan dana tersebut.
“Jadi untuk WBC ini lagi lowong jadi ketika besok saya main dengan petinju Thailand dan saya mendapatkan gelar WBC ini berarti saya akan bawa pulang gelar itu ke Papua dan pertahankan itu disini untuk menuju kejuaraan dunia di Las Vegas, Amerika Serikat,’’ tandasnya.
Geisler juga menambahkan, untuk bisa berada di Las Vegas dalam kejuaraan tinju dunia dirinya hanya cukup mempertahan gelar WBC itu minimal dua kali saja, setelah itu sudah bisa ikut kejuaraan dunia. “Jadi kalau kita bisa dapat gelar WBC di sini maka kita bisa target ke Las Vegas,’’ pungkasnya.
Yamander Yensenem ditempat yang sama menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu Geisler untuk merebut juara tinju WBC di Jakarta 30 Maret 2019 mendatang.
‘’Ada Pak Komarudin Watubun, Ibu Yani, Bapak Kapolda dan kami juga bersyukur karena pada pak gubernur sudah menginstruksikan untuk bagaimana proposal yang kami ajukan itu itu di proses,’’ ungkapnya.
Menurut Yamander, Geisler ini berjuang bukan untuk nama pribadi dan keluaraganya tapi demi mengangkat harkat dan martabat Papua dan Bangsa Indonesia di kancah internasional.
Juga akan menjadi panutan bagi anak-anak muda Papua dan memberikan motivasi untuk terus mengembangkan potensi dirinya di segala bidang. ‘’Karena apa, kalau Geisler tidak jadi bertanding di tingkat WBC pasti nantinya anak-anak Papua lainnya juga tidak aka ada yang mau maju, karena pasti mereka berpikir, ngapain kita mendaftar ke tingkat profesional sedangkan Geisler saja tidak diperhatikan pemerintah, jadi poin ini yang kita coba jaga,’’ tandasnya.
Ditanyai soal dana yang sudah berhasil terkumpul hingga saat ini, Yamander mengatakan bahwa dana yang sudah terkumpul untuk mengantarkan Geisler Ap ke ring tinju WBC saat ini sudah Rp. 40 juta. (NDS)

Baca Juga:

Uncen- WWF Tanda Tangani MoU Program Papua

Nethy Dharma Somba

Warga Sipil Tewas Ditembak OTK di Puncak Jaya

Nethy Dharma Somba

Freeport Dukung Perawatan Hutan di Gunung Cycloop

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment