Pospapua.com
Abu Razak dan kelompoknya saat memberi ultimatum usir warga pendatang di Aceh. (Foto: Istimewa )
Headline

Gagal Dirikan Kerajaan Islam, Azimat Peninggalan Abu Razak Jadi Barang Sitaan

Oleh : Eko Densa |

Pospapua.com, Aceh – Aparat Kepolisian Resort Bireuen membongkar rencana Abu Razak, pimpinan kelompok kriminal bersenjata yang tewas dalam kontak tembak di Gampong Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Aceh, Kamis (19/9).

Terbongkarnya rencana Abu Razak setelah terekam dalam video viral yang mengatasnamakan dirinya sebagai Mujahidin. Video berisi niat mendirikan negara islam dan mengultimatum usir warga pendatang di tanah rencong ternyata dibuat Abu Razak. Video itu  pun sempat menghebohkan masyarakat Aceh.

“Mereka bertujuan mendirikan Kerajaan Islam Aceh Darussalam (KIAD). Beberapa waktu lalu, mereka sempat muncul mendeklarasikan diri di dalam sebuah video yang beredar di media sosial,” kata Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan kepada wartawan, Jumat (20/9).

Namun, lanjut Gugun, usaha untuk mendirikan KIAD gagal. Abu Razak ditembak polisi bersama tiga anggotanya di Pidie Jaya. “Setelah insiden itu, kami melakukan penggeledahan di dalam mobil yang ditumpangi Abu Razak,” terangnya.

Polres Bireuen telah menyita sejumlah barang milik Abu Razak yang diindikasi sebagai azimat. Tak hanya itu, bendera deklarasi Kerajaan Islam Aceh Darussalam, baju jubah, dua tongkat rotan, stempel terbuat kuningan menyerupai cap sikureng dan dua tongkat rotan turut disita.

“Kita menggeledah minibus yang mereka tumpangi. Di dalamnya kita temukan sejumlah barang bukti yang diduga dipakai saat mendeklarasikan diri KIAD. Selain itu, juga ada senjata api bersama amunisinya, uang sekitar Rp10 juta,” ujar Gugun.

Kadiv Humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, kelompok Abu Razak telah melakukan berbagai kejahatan, mulai kekerasan hingga perampokan. Selain itu, mereka juga diduga menyebarkan pesan yang tak sejalan dengan NKRI.

“Ya perampokan, berupaya untuk menyampaikan pesan-pesan yang tidak sejalan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Iqbal kepada wartawan, Jakarta, Jumat (20/9).(Eko/Asi/INI Network)

Baca Juga:

Bupati Sebut Pendekatan Militer Picu Konflik di Puncak

Syaiful

Penyelenggara Pemilu Diimbau Netral

Nethy Dharma Somba

Kawal Sidang Sengketa Pemilu, Abdullah Hehamahua Pimpin Demo ke MK

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment