Pospapua.com
Pengrajin timah pemberat jalan di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Senin (4/11). (foto: Eko Densa/Rencongpost.com)
Ekonomi Kreatif Serba-serbi

FOTO: Wanita Hebat dari Aceh, Pengrajin Timah Pemberat Jala

Oleh: Eko Densa |

Pospapua.com, Aceh – Pengrajin batu timah pemberat jala makin berkembang di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Hebatnya, kerajinan ini banyak digeluti oleh kaum hawa yang sebagian besar telah berkeluarga, bahkan tak muda lagi.

Keahlian yang didapat secara turun temurun ini tak terasa telah menjadi sumber penghasilan warga setempat. Bahkan mereka membentuk kelompok yang dinamai Beudoeh Beusaree, anggotanya sekitar 10 orang.

Mega (43) seorang perajin mengaku keahliannya membuat pemberat pada alat tangkap nelayan itu dipelajarinya sejak kecil dari orang tuanya. Tugas ia di kelompok tersebut bagian percetakan.

Mengaduk timah panas sudah menjadi kegiatan rutinitasnya. Setelah cair sempurna, ia memindahkannya ke cetakan dan terbentuklah dalam berbagai ukuran.

Usai terbentuk sempurna, perajin lainnya menyambung hingga memanjang. Sementara anggota kelompok berikutnya menyolder ikatan timah agar tak mudah lepas. Usai melewati proses tersebut, batu jala siap dipasarkan dengan berbagai varian harga.

Biasanya, kata Siti Jaidar, mereka menjual batu jala ke warung alat pancing di kawasan Peunayong, Kota Banda Aceh. Nilainya pun berbeda tergantung ukuran, harga yang dipatok pun antara Rp53 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram.

Wanita paruh baya ini pun membocorkan alasan perbedaan harga batu jala di jualnya. “Karena semakin kecil semakin rumit proses pembuatnya,” tutur perempuan yang sudah menjadi pengrajin sejak 1986 itu kepada Indonesiainside.id, Senin (4/11). (EDS/Asi/INI Network)

( Mega (43) memproses cairan timah panas ke dalam cetakan batu jala (pemberat jala).Foto: Eko Densa/Rencongpost.com)
Sejumlah perajin menyolder hasil rangkaian batu jala agar tidak mudah terlepas. (Foto: Eko Densa/Rencongpost.com)
Sejumlah hasil cetakan dari cairan timah panas telah terbentuk dan siap dirangkai menjadi rantai pemberat jala. (Foto: Eko Densa/Rencongpost.com)
Perajin Siti Jaidar (50) memperlihatkan hasil karya kelompok Beudoeh Beusaree. Rantai pemberat jala ini siap dipasarkan ke toko perlengkapan alat tangkap ikan. (Foto: Eko Densa/Rencongpost.com)
Sejumlah perajin merangkai batu jala hasil cetakan membentuk rantai. (Foto: Eko Densa/Rencongpost.com)
Batu jala hasil perajin perempuan di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. (Foto: Eko Densa/Rencongpost.com)

Baca Juga:

Tampil Kasual Ala Pria Berkelas

Firman

The Gade Clean and Gold, 4 Kilogram Sampah Ditukar 0,01 Gram Emas

Nethy Dharma Somba

Drama Penyaliban Yesus Kristus Warnai Ibadah Jumat Agung

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment