Pospapua.com
Gaya fashion millennial. Foto: beautynesia
Lifestyle

Evita Nuh, Fashion Blogger Millennial Yang Menginspirasi

Oleh: Anisa Tri Kusuma |

Awalnya Evita menceritakan kegemarannya dalan menulis seputar fashion. Tak disangka, hal itu membawanya menjadi fashion blogger yang diakui dunia

Pospapua.com, Jakarta — Di era digital seperti saat ini, eksistensi para blogger dan influencer fashion makin diakui. Salah satunya adalah Evita Nuh, yang namanya mendunia saat dirinya masih berusia 11 tahun. Awalnya Chacha, panggilan akrab Evita, tak pernah merencanakan membuat fashion blog yang ia beri nama http://jellyjellybeans.blogspot.com.

Di sela-sela kegiatannya, ketika dia sedang berselan ar di dunia maya, ia menemukan sebuah blog bernama “Cherry Blossom” milik Alix, seorang perempuan asal Perancis. Seketika Chacha jatuh cinta dengan blog tersebut, dan mengunjunginya secara rutin. Dan blog tersebut menginspirasinya untuk membuat fashion blog sendiri.

Sebenarnya, Chacha dulu mengira bahwa semua blog adalah tentang fashion, dan karena itu blognya pun harus bertemakan fashion. Akan tetapi, fashion memang telah lama menjadi passion yang ia tekuni. Menurut gadis berusia 20 tahun ini, mix and match pakaian sangatlah menyenangkan. Sama menyenangkannya dengan main boneka Barbie atau game The Sims. Kegemarannya tersebut membuatnya kini menjadi lifestyle blogging dan fashion blogger.

Fashion Blogger Yang Merambah Dunia Internasional

Evita Nuh muncul dalam laman The New York Times dalam sebuah wacana berjudul Cara Mengidentifikasi Anggota Generasi Z. Ia muncul sebagai sosok yang dinilai mewakili definisi normcore (fashion unisex). Beberapa media internasional lain bahkan membandingkan Evita dengan sosok influencer Tavi Gevinson. Berbeda dari Gevinson, sejak umur 12 tahun Evita sudah meluncurkan brand miliknya sendiri. Gaya berpakaian dan pandangan Evita dalam industri fashion dinilai melambangkan keinginan Generasi Z yang ingin menjadi semandiri dan seasli mungkin.

Gaya berpakaian Evita Nuh dinilai memancarkan individualitas. Pada sebuah kesempatan wawancara, saat dirinya ditanya tentang prinsip-prinsip saat memilih busana, jawaban perancang brand tas EN.PENS ini sederhana sekali. “Aturannya adalah, ya enggak ada aturan!,” katanya.

Gaya berpakaian Evita yang cenderung boyish (memakai pakaian pria) dinilai para pengamat fashion sebagai gaya androgini eklektik.

Gaya fashion Evita Nuh. Foto: pinterest

Punya Karakter Yang Unik
Menurut Evita, karakter yang ia miliki membuatnya berbeda dari blogger lain. Dirinya tidak ingin berpakaian seperti orang lain, malah akan merasa kesal dengan tren yang membuat semua orang memiliki gaya serupa. Menurut gadis berambut pendek ini, mengikuti tren memang keren, tapi jadilah lebih keren dari orang lain, dengan menjadi diri sendiri.

Inilah alasan mengapa fashion blogger mendapat sorotan, karena mereka memiliki gayanya masing-masing.

Evita mengaku, jika inspirasinya dalam memadukan busana banyak terinspirasi dari film, musik, buku, dan orang yang ia temui di jalanan. “Pas aku lagi dengerin lagu, aku coba ngebayangin baju yang dipakai sama si penyanyi. Kalau lagi baca novel, aku juga coba ngebayangin baju apa yang dipakai setiap tokoh. Tapi aku sendiri cuman perlu lima menit buat pilih baju. Kalau buat aku inspirasinya datang begitu saja,” ungkapnya.

Fashion Influencer Idola Millennial
Saat ini Evita masih terus mengelola situs webnya “JellyJellyBeans” serta akun Instagram dengan lebih dari 74 ribu followers. Dalam website pribadinya, ia rutin membagikan tips-tips fashion andalan, ambisi pribadinya untuk masa depan, dan bagaimana dia mengatasi kegelisahan masa remaja.

Evita juga seorang kolumnis tetap di salah satu majalah remaja, asisten fotografer, serta direktur kreatif dari brand miliknya sendiri. EN.PENS merupakan merk tas hasil karya Evita. Nama tersebut merupakan singkatan dari Evita Nuh. Perfectum Est Non Satis. Saat ini, produk-produk EN.PENS. ia pasarkan secara online dan di jual di beberapa departement store yang menampung karya-karya desainer dalam negeri.

Salah satu rancangannya yang paling populer adalah tas kecil (clutch) berwarna kuning yang terinspirasi dari taksi-taksi di Amerika Serikat. Karya ini dikenakan oleh Andien ke acara New York Fashion Week 2014, dan mendapat sorotan hangat dari kalangan pecinta mode. (Kbb/INI-Network)

Baca Juga:

Sandiaga Uno: Event Java Jazz Memajukan Ekonomi Kreatif

hamim

Andre Taulany ‘Diparkir’ dari Acara Televisi

hamim

Gratia Sumihe, Hasilkan Gel Khusus Perawatan Rambut Keriting

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment