Pospapua.com
Warga dan relawan membersihkan puing bangunan dampak kerusuhan Wamena, 23 September lalu. (foto : dok Pendam XVII/Cenderawasih)
News

Enam Tersangka Baru Kerusuhan Wamena, Tiga Orang Provokator

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Penyidik Satuan Reskrim Polres Jayawijaya menetapkan enam tersangka baru terkait kerusuhan di Wamena, pada 23 September lalu. Tiga tersangka diantaranya berperan sebagai provokator dalam kerusuhan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangan persnya di ruang Media Center Polda, Senin (7/10), mengatakan, penetapan enam tersangka baru ini berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan tujuh tersangka yang telah ditetapkan penyidik sebelumnya.

Dari enam tersangka baru, terang Kamal, tiga diantaranya masih dalam pencarian kepolisian. Ketiga tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni, YA, P dan MH.  “Ada 6 tersangka baru ditetapkan penyidik, 3 masih DPO,” terangnya.

Menurut Kamal, tiga DPO Polres Jayawijaya ini memiliki peran cukup penting dalam kerusuhan di Wamena yang menyebabkan 33 orang meninggal. Ketiganya terindikasi bagian dari ULMWP dan KNPB. “Tiga DPO ini perannya sebagai provokator. Indikasinya ke sana (ULMWP dan KNPB). Mereka menghasut para pelajar,” beber mantan Wakapolresta Depok ini.

Kamal menyebut, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi untuk mengembangkan penyelidikan di Wamena. Total 13 tersangka yang telah ditetapkan penyidik hingga pekan ini.

Dari 13 tersangka, kata Kamal, beberapa orang diantaranya berstatus sebagai pelajar. 10 dari 13 tersangka telah ditahan, mereka  yakni  DM (19), RW (18), AU (16), AK (19), DC (32), YP (22), ES (27), NT (27) dan SK (40).

“Peran 13 tersangka berbeda-beda, ada yang dikenai Pasal 187 KUHP tentang pembakaran, Pasal 170 KUHP tentang perusakan terhadap orang maupun barang secara bersama-sama di muka umum maupun Pasal 160 KUHP tentang penghasutan melalukan tindak pidana,” urainya.

Kamal menambahkan, penyidik Polres Jayawijaya telah menyita sejumlah barang bukti berupa 34 buah batu, 22 motor bekas dibakar, 1 unit mobil Hilux dan rekaman video kerusuhan Wamena. “Dari keterangan saksi dan bukti-bukti yang kita miliki ini dimungkinkan ada tersangka lain,” kata Kamal.

Sekadar diketahui, aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena, Papua, 23 September lalu, berujung rusuh. 33 orang meninggal dan lebih dari 76 warga mengalami luka-luka dalam kerusuhan di wilayah tersebut.

Unjuk rasa anakris diduga dipicu perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Sementara Polda Papua mengklaim telah mengkonfirmasi bahwa isu tersebut adalah tidak benar atau hoaks.(Asi)

Baca Juga:

Waspada, Ranjau Darat Diduga Banyak Tertanam di Wilayah Perbatasan RI-PNG

Syaiful

Humas Polri: Andi Arief Hanya Sebatas Pengguna

hamim

Dua Inggris Luka Parah Dalam Serangan Di Suriah

Firman

Leave a Comment