Pospapua.com
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring . (istimewa)
Headline

Empat Warga Tewas Tertembak di Asmat, Pangdam Cenderawasih Bentuk Tim Investigasi

Oleh: Hasibuan Aman|

Pospapua.com, Jayapura—Empat warga Fayit tewas tertembak dan seorang lainnya luka-luka akibat bentrok di Distrik Fayit, Asmat Papua, Senin (27/5), keempatnya adalah Xaverius Sai (40) Kampung Bawus, Nikolaus Tupa (38) Kampung Akanpantak, Matias Amunep (16) Kampung Akantapak dan Frederikus Inepi (35) Kampung Bagair, dan yang mengalami luka tembak John Tatai (25) dan sudah dirujuk ke RSUD Asmat di Agats.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih segera memerintahkan membentuk tim investigasi untuk kejadian tersebut. ‘’ Setelah menerima laporan Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring segera bertidak cepat dan berkoordinasi dengan Kapolda Papua serta Komnas Ham Papua untuk membentuk tim investigasi guna mendapatkan keterangan yang akurat,’’ terang Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi di Jayapura.

Rencana, Selasa (28/5) tim investigasi yang terdiri dari unsur Pomdam XVII/Cenderawasi, Kumdam XVII/Cend, Kesdam XVII/Cend, Korem 174/ATW, Polda Papua dan Komnas HAM Papua akan berangkat ke Fayet. ‘’Tim akan dipimpin langsung oleh Danrem 174/ATW Brigjen TNI R Agus Abdurrauf,’’ jelas Kapendam Aidi.

Diceritakan, bentrok berawal dari ketidakpuasan pendukung salah seorang Caleg yang gugur dalam Pileg 2019, mengakibatkan sekitar 350 massa menyerang Kantor Distrik Fayit.

Dari informasi yang berhasil dihimpun bahwa salah seorang caleg dari salah satu Parpol merasa dirinya mendapatkan kursi, namun nama yang bersangkutan digantikan dari orang lain dari Partai yang sama oleh ketua Partai. Tidak terima dengan keputusan tersebut caleg yang bersangkutan mengerahkan massa sekitar 350 orang menggunakan senjata tajam dan senjata tradisional serta melakukan peyerangan ke kantor distrik yang mengakibatkan kerusakan kantor Distrik dan rumah salah seorang anggota DPRD Asmat  Handayani.

Melihat situasi anarkis yang terjadi secara tiba-tiba, empat orang  anggota Pos Ramil Fayit ( letak Pos Ramil sekitar 50 m dari Kantor Distrik dan berada dalam kepungan massa) keluar dari pos untuk berusaha mengendalikan Massa.

Salah seorang anggota posramil mengeluarkan tembakan ke atas untuk menghalau massa, namun massa justru semakin beringas dan berbalik menyerang anggota TNI tersebut. Dalam situasi terancam salah seorang anggota posramil terpaksa mengeluarkan tembakan sambil mundur ke arah Pos untuk menyelamatkan diri dan mengamankan pos dengan kekuatan yang sangat terbatas.

Akibat tembakan tersebut berjatuhanlah korban.

Selanjutnya untuk mengamankan situasi  telah tiba di Distrik Fayet gabungan TNI/Polri 25 orang dan Kesbangpol dari Distrik Agast, Kabupaten Asmat, sampai laporan ini diterima massa sudah berhasil ditenangkan dan situasi sudah kondusif. (nds)

 

Baca Juga:

Soal Amunisi, Kapolda : Jangan Ada Pengkhianat di Brimob

Syaiful

Jokowi Menyurat DPR, Berhentikan Kapolri Tito Karnavian

Syaiful

Polda Kalbar Kirim 440 Personil ke Jakarta, Pengamanan Pleno KPU

Nethy Dharma Somba

1 comment

Massa Mengamuk di Asmat Gara-Gara Pileg, Empat Warga Tewas Tertembak - Indonesia Inside 27 May 2019 | 20:33 at 20:33

[…] Indonesiainside.id, Jayapura — Sekitar 350 massa menyerang Kantor Distrik Fayit, Asmat, Papua, terkait kekecewaan hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Akibat bentrokan tersebut, empat warga Fayit tewas tertembak dan seorang lain luka-luka, Senin (27/5). […]

Reply

Leave a Comment