Pospapua.com
ilustrasi kantong jenazah. (foto : istimewa)
Headline

Empat Jenazah Penambang Emas Ditemukan Terbakar

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Asmat  – Tim Polres Asmat berhasil menemukan empat jenazah penambang emas di lokasi kamp Kelapa 7 dan Rumah 4, Kabupaten Yahukimo, Jumat (6/9) siang. Jenazah ditemukan dalam kondisi terbakar, salah satunya sudah menjadi abu.

Kapolres Asmat, AKBP Andi Yoseph Enoch saat dihubungi Sabtu (7/9) petang membenarkan kabar penemuan jenazah penambang emas di kamp Kelapa 7 dan Rumah 4, Kabupaten Yahukimo. Keempat jenazah telah dievakuasi ke Agats, Kabupaten Asmat.

“Sudah ketemu empat jenazah, Jumat sekitar pukul 12.00 WIT. Tiga dalam kondisi tinggal kerangka, sedangkan satu jenazah sudah menjadi abu dan sulit identifikasi,” kata Enoch.

Dia mengklaim belum bisa menyimpulkan penyebab kematian keempat jenazah tersebut. “Kami belum bisa ambil kesimpulan,” terangnya saat disinggung apakah keempat meninggal akibat dibunuh atau penyebab lainnya.

Selain mengevakuasi empat jenazah,  Polres Asmat juga mengevakuasi enam orang keluarga pendulang emas. Dua diantara merupakan anak-anak, sedangkan empat sisanya wanita. “Mereka ditampung di Korowai, Kabupaten Asmat,” katanya.

Berdasarkan informasi pendulang yang selamat, Enoch menyebutkan, masih banyak pendulang yang bersembunyi di hutan untuk menyelamatkan diri pascapenyerangan, Minggu (1/9) lalu. Diperkirakan pendulang mencapai 148 orang.

“Menurut kesaksian para penambang yang selamat, masih banyak penambang lainnya bersembunyi di hutan pascapenyerangan kelompok warga tak dikenal,” bebernya.

Enoch menyebut masih banyak titik penambangan tradisional di wilayah Yahukimo. “Ada banyak titik tambang, ada di sungai dan gunung. Perkiraannya lebih dari 10 tambang,” tambahnya.

Diketahui, sekitar 700 penambang emas belum bisa dievakuasi dari Kabupaten Pegunungan Bintang pascapenyerangan sekelompok masyarakat tak dikenal terhadap pendulang tradisional di Tambang Minning, Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo, pada Minggu (1/9).

Proses evakuasi dari Kabupaten Boven Digoel menuju daerah Kawi yang masuk wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang membutuhkan waktu tempuh selama 1 hari lebih perjalanan melalui jalur sungai.

Sementara  posko pengungsian mencatat 555 orang penambang telah ditampung di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. 493 penambang diantaranya telah diserahkan kepada pihak keluarga atau Ketua Kerukunan Paguyuban. (Asi)

Baca Juga:

Fraksi PDIP Setuju Mantan Koruptor Dilarang Ikut Pilkada

Syaiful

Tokoh Papua Geram, Separatis Bersorak Wiranto Ditusuk

Syaiful

Jutaan Orang Minta Hotman Paris Hutapea Tangani Kasus Audrey

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment