Pospapua.com
foto: istimewa
Headline

Eggi Sudjana Jadi Tersangka Kasus Makar

Oleh: Urba Adiwijaya |

Pospapua.com, Jakarta – Penyidik Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya menetapkan politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sudjana, sebagai tersangka kasus makar. Penetapan status hukum terhadap pria yang juga berprofesi pengacara itu merupakan buntut dari pernyataannya tentang “people power”, beberapa waktu lalu.

“Betul, (Eggi) ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (9/5)

Kasus Eggi bermula dari laporan yang dibuat pendukung Jokowi ke Bareskrim Polri, bulan lalu. Ada dua laporan polisi yang masuk pada waktu itu. Laporan pertama atas nama Supriyanto (relawan Pro Jokowi-Ma’ruf Center atau Pro Jomac) yang terdaftar dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/Bareskrim tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.

Sementara, laporan kedua dibuat caleg PDIP Dewi Tanjung, dengan tuduhan yang sama. Kedua laporan itu diterima Bareskrim dan kemudian dilimpahkan kepada Polda Metro Jaya.

Pada 26 April 2019, atau hanya berselang sepekan setelah laporan Supriyanto masuk, penyidik Polda Metro Jaya langsung memeriksa Eggi. Ketika itu, dia dicecar 116 pertanyaan oleh polisi.

Pada Jumat (3/5/2019) pekan lalu, Eggi kembali dipanggil penyidik untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya. Namun, ketika itu dia tidak dapat memenuhi panggilan polisi.

Hari ini, lewat surat telegram Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bernomor S.Pgl/3782/V/2019/Ditreskrimum, polisi ternyata telah menetapkan Eggi sebagai tersangka. Dalam surat itu disebutkan, penetapan status tersangka terhadap tokoh PA 212 itu berdasarkan gelar perkara pada Selasa (7/5/2019) lalu.

“Dengan kecukupan alat bukti berupa enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, barang bukti berupa dokumen yang disita, petunjuk, dan kesesuaian alat bukti,” demikian bunyi surat itu.

Nama Eggi Sudjana menambah daftar tokoh oposisi yang menjadi tersangka di tangan polisi. Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri lebih dulu mentersangkakan Ustaz Bachtiar Nasir atas kasus dugaan pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS). (AIJ/nds)

 

 

 

Baca Juga:

Gubernur : Istana Presiden Bukan Solusi Masalah Papua

Syaiful

Terpilih Lagi, Paloh: Kepercayaan Ini Harus Dibalas Kerja Keras

Syaiful

Jelang Pelantikan Presiden, Ribuan Pasukan TNI-Polri Siaga di Jayapura

Syaiful

Leave a Comment