Pospapua.com
Ratusan mahasiswa saat berkumpul di Auditorium Uncen, Jayapura, Senin (23/9). (foto : istimewa)
News

Duduki Auditorium Uncen, Mahasiswa Ancam “Matikan” Pendidikan di Papua

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Ratusan mahasiswa Papua menduduki Auditorium milik Kampus Universitas Cenderawasih, Jayapura, sejak Senin (23/9) pagi. Mereka mengancam ”matikan” pendidikan di wilayah Papua.

“Kawan-kawan sudah jelas yah perjuangan kita mogok pendidikan di Papua,” ucap salah seorang koordinator mahasiswa eksodus seperti dikutip dalam siaran langsung akun Facebook Oskar Gie, saat memberikan arahan kepada massa mahasiswa di Auditorium Uncen, Senin.

Aksi mahasiswa ini juga disinyalir upaya untuk menjadikan Auditorium Uncen sebagai Posko Induk Mahasiswa Eksodus Papua.

“Kami hargai dengan segala hormat atas perjuangan kawan-kawan mahasiswa. Namun ijinkan kami diberikan waktu sehari untuk bertemu dengan Rektor Uncen membicarakan permintaan kawan-kawan mendirikan Posko Induk Mahasiswa Eksodus di sini,” tutur salah seorang mahasiswa Jayapura seperti dikutip dalam siaran langsung akun Facebook Oskar Gie.

Berdasarkan pantauan, aksi gabungan mahasiswa eksodus dan mahasiswa Jayapura ini menyebabkan situasi keamanan di wilayah Abepura menegang. Arus kendaraan yang biasanya ramai pada hari masuk kerja pertama, menjadi lenggang.

Masyarakat memilih tidak beraktifitas atau tidak melintasi kawasan tersebut. Hal ini dikarenakan kekhawatiran masyarakat, aksi mahasiswa berunjung kericuhan. Bahkan, sebagian besar orang tua memilih menjemput putra-putrinya dari sekolah lebih awal.

Aksi ratusan mahasiswa ini pun langsung direspon aparat Polres Jayapura Kota dan personel bawah kendali operasi (BKO) Brimob Indonesia. Aparat berupaya menjaga mahasiswa yang telah berada di auditorium Uncen.

Langkah ini disinyalir untuk mencegah provokasi dari luar kepada mahasiswa yang dapat memicu ketegangan di lokasi. Upaya negosiasi pun dilakukan aparat Polresta dengan koordinator mahasiswa untuk memulangkan mereka dengan menggunakan kendaraan polisi.

Pagar depan Auditorium Uncen Jayapura dipalang mahasiswa,Senin (23/9). (foto : istimewa)

Negosiasi itu sempat ditolak mahasiswa dengan bertahan di Auditorium Uncen. Koordinator mahasiswa pun meminta mahasiswa agar tenang dan tidak terprovokasi. Namun, negosiasi kembali dilakukan dengan kesepakatan mereka akan pulang atau kembali ke Posko Mahasiswa Eksodus dengan diantar kendaraan sipil atau truk.

Kapolda Papua, Inspektu Jenderal Polisi Rudolf Albert Rodja saat ditemui wartawan di lokasi, Senin mengatakan, langkah pembubaran mahasiswa agar aktifitas pendidikan di Uncen Jayapura tidak terhenti. Pembubaran ini juga menghindari agar mahasiswa tidak menjadikan Uncen sebagai Posko.

“Kami membubarkan mereka supaya tidak jadi posko dan perkuliahan tidak macet. Kami melakukan pendekatan negosiasi supaya persoalan ini tidak menjadi keuntungan buat mereka,” kata Rodja di Abepura.

Dia menyebut, sidang umum PBB hari pertama tengah berlangsung, Senin ini. Pihak kepolisian sendiri  tidak ingin aksi mahasiswa menjadi sesuatu yang negatif. “Kami berupaya bernegosiasi memulangkan mereka ke titik kumpul di Waena, rekan-rekan bisa melihat. Mereka pulang dengan aman, tidak ada satu pun kaca yang pecah di Auditorium Uncen,” terang Rodja.

Disinggung apakah ada penjagaan bagi mahasiswa tersebut, Jenderal asal Nusa Tenggara Timur ini enggan berkomentar. “Ya, itu akan. Ini masalah teknis,” tegasnya. (Asi)

Baca Juga:

Gubernur Papua Kecewa dengan Sikap Gubernur Khofifah

Syaiful

Paslon 02 Tak Ingin Ada Pihak Cederai Demokrasi

Firman

Perbaikan Gardu, Jayapura Pemadaman Listrik 9 Jam

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment