Pospapua.com
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring . (istimewa)
Hukum & Kriminal

Dua Prajurit TNI Tertembak, Pangdam : Tidak Ada Siaga Satu  

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring menyatakan tidak memberlakukan status siaga satu, pasca penghadangan konvoi kendaraan logistik di Kilometer 39 Jalan Trans Wamena – Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Jumat (16/8).

Teror penembakan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Kemerdekaan Indonesia itu menyebabkan dua prajurit Batalyon Infanteri Raider 751 Vira Jaya Sakti mengalami luka tembak. Pratu Pànji tertembak pada bagian lengan kiri, sedangkan Pratu Sirwandi tertembak pada paha kiri.

“Memang ada penghadangan yang dilakukan kelompok separatis bersenjata (KSB), 2 prajurit tertembak dan sekarang sedang dirawat di RSUD Wamena,” kata Jenderal asal Medan ini saat ditemui saat usai upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Indonesia di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (17/8) siang.

Dia mengklaim situasi keamanan saat ini di Kabupaten Nduga tidak ada masalah. “Nduga sampai sekarang tidak ada masalah, tidak ada siaga satu, biasa saja semuanya,” tegas Yosua Pandit saat ditanya wartawan apakah ada peningkatan status siaga pasca penembakan.

Menurutnya, situasi keamanan pada hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, aman dan terkendali. “Inikan kalau masalah hari-hari gini (17 Agustus) kita tetap siaga, karena ada pengerahan pasukan, pengerahan masyarakat dan lain sebagainya,” terangnya.

Soal kondisi dua prajurit korban penembakan, Yosua menegaskan masih menjalani perawatan di RSUD Wamena. “Sekarang sedang dirawat di RSUD Wamena,” singkat Yosua Pandit Sembiring.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal saat ditemui di kediamannya, Sabtu (17/8) mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kegiatan kepolisian di wilayah tersebut.

“Tidak ada status siaga, hanya peningkatan etalase kegiatan kepolisian, misalnya patroli yang biasa dilakukan satu kali menjadi lima kali, kemudian razia biasanya satu titik menjadi di beberapa titik, untuk memotong pergerakan para pelaku kriminal,” katanya.

Kamal menyebut pengejaran terhadap para pelaku penembakan tetap akan dilakukan aparat keamanan. “Namanya pelaku kelompok kriminal bersenjata yah harus kita tangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sehingga kita dapat memberikan kenyamanan dan keamanan masyarakat di wilayah itu,” tegasnya.

Sebelumnya, konvoi kendaraan pengangkut logistik Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) diberondong peluru saat melintasi Kilometer 39 Jalan Trans Wamena- Habema, Jumat (16/8) sore pukul 15.30 WIT.  

Teror penembakan menjelang puncak peringatan hari kemerdekaan Indonesia ini menyebabkan dua prajurit TNI tertembak.  Tembakan diduga berasal dari dua arah, yaitu ketinggian dan lembah yang berada di kanan dan kiri jalan.

Kodam XVII/Cenderawasih menduga  pelaku penghadangan adalah Kelompok Separatis Bersenjata  pimpinan Egianus Kogoya yang selama ini menunjukan ekistensinya di wilayah Kabupaten Nduga. (asi)

Baca Juga:

Oknum Prajurit TNI Terduga Penjual Amunisi Terindikasi Bertambah

Syaiful

Jual Ganja, Dua Remaja di Jayapura Masuk Sel

Syaiful

Lima Orang Terlibat Curanmor, Satu Penadah

Syaiful

Leave a Comment