Pospapua.com
Tulisan Djarum pada kaos yang dikenakan anak-anak, yang disosialisasikan sebagai brand image produk rokok. Foto: Dok. Yayasan Lentera Anak
Nasional News

Djarum Foundation Menanggapi Tudingan Eksploitasi Anak

Oleh: Suandri Ansah |

Djarum Foundation mengklaim tidak melakukan promosi maupun penawaran rokok di setiap kegiatannya

Pospapua.com, Jakarta — Program Manager Bakti Olah Raga Djarum Foundation, Budi Darmawan menampik tudingan Yayasan Lentera Anak yang mengatakan bahwa Djarum Foundation telah melakukan promosi rokok menggunakan anak-anak.

Menurutnya, Yayasan Lentera Anak salah paham terhadap tulisan di kaos yang dikenakan peserta Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum Foundation. Yayasan anak dianggap melihat tulisan itu secara parsial.

“Kalau melihat dari kaos itu aja bukan ‘Djarum’ , tapi ‘Djarum Badminton Club’ , nah itu satu kesatuan tuh. Jadi bukan nama brand rokok tapi nama klub,” kata Budi saat dihubungi Indonesiainside.id, Kamis (14/2).

Budi menjelaskan, Djarum Badminton Club merupakan klub olahraga badminton yang diinisiasi Djarum Foundation – Yayasan CSR PT. Djarum – sebagai ajang pencarian atlet bulutangkis.

Klub itu pun, katanya, telah menyumbang banyak atlet yang berkancah di kompetisi nasional maupun internasional, seperti Thomas Cup, All England, Asean Games, dan kompetisi serupa sebagainya.

“Sebagai klub karena kita banyak menyumbang atlet, kita membutuhkan pembinaan, ada usia di bawah 17 tahun. Kita melakukan regenerasi, mendidik anak jadi atlet besar minimal butuh waktu 10 tahun,” kata Budi.

Budi menegaskan, Djarum Foundation juga tidak melakukan promosi maupun penawaran rokok di setiap kegiatannya.

“Itu hak masing masing, anak anak pasti gak ngerokok lah, mereka pasti tahu itu. Selama ini kita tidak menemukan mereka merokok di klub,” lanjutnya.

Soal nama Djarum, Budi mengatakan bahwa klub bulutangkis itu memang awalnya didirikan oleh karyawan-karyawan PT. Djarum.

“Karena waktu itu anak-anaknya dulu karyawan Djarum, buat rekreasi anak anaklah, akhirnya jadilah dibikin program klub pb Djarum,” imbuhnya.

Sebelumnya, pegiat perlindungan anak yang diwakili Yayasan Lentera Anak mengadukan adanya dugaan eksploitasi anak dalam penyebaran iklan rokok kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Dugaan yang dimaksud adalah penyelenggaraan Audisi Beasiswa Bulutangkis oleh Djarum Foundation dimana peserta audisi menggunakan kaos bertuliskan “Djarum” yang dianggap identik dengan merek dagang PT. Djarum.

“Kami meyakini bahwa ini adalah eksploitasi anak. Kalau dilihat dari definisi itu kan, memanfaatkan dan anak tidak tahu dia dimanfaatkan,” ujar Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Kamis (14/2).

Lisda mengaku, Yayasannya sudah mengkaji masalah ini selama 3 tahun dan mendapati ada ribuan anak yang diduga dimanfaatkan untuk membangun image branding Djarum sebagai merek dagang rokok. (Kbb/INI-Network)

Baca Juga:

Satgas Pangan Temukan Makanan dan Minuman Kadaluarsa Masih Dijual Pedagang

Bagas

Jembatan Merah Telan Rp1,8 Triliun, Mendagri Harap Ekonomi Warga Terdorong

Syaiful

Kontroversi Doa Nabi dalam Puisi Neno

hamim

Leave a Comment