Pospapua.com
Dana dari Hamba Allah diserahkan kepada ahli waris korban banjir bandang Sentani oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara AKBP dr Heri Budianto. (Foto: dharma somba)
Nusantara

Dermawan tanpa Nama Membantu Korban Banjir dalam Diam

Oleh: Dharma Somba

Pospapua.com, Jayapura – Seorang dermawan yang tidak mau diketahui namanya dan juga tidak mau diketahui keberadaannya secara diam-diam memberi bantuan dana tunai kepada korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang Sentani, Sabtu (16/3) lalu.

Dermawan tersebut tidak mau diketahui namanya dan tempat tinggalnya, hanya mau disebut sebagai Hamba Allah, menitipkan dana melalui  Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin untuk diserahkan ke ahli waris korban. ‘’Orang yang hanya menyebutkan namanya Hamba Allah itu menitipkan dana ke Pak Kapolda, beliau lalu memerintahkan kami untuk menyalurkan ke ahli waris. Saya tidak tahu Hamba Allah itu tinggal di mana, hanya Pak Kapolda yang tahu,’’ terang Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr Ramon Amiman, di RS Bayangkara, Kamis (28/3).

Ahli waris yang menerima bantuan tersebut harus membawa surat keterangan kematian dari RS Bhayangkara sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan. Satu orang menerima bantuan Rp 5 juta.

’’Satu orang mendapat bantuan Rp 5 juta, jika dalam satu keluarga terdapat tiga korban maka mendapat Rp 15 juta karena masing-masing mendapat Rp 5 juta,’’ terang Amiman.

Surat kematian tersebut diberikan RS Bhayangkara kepada keluarga korban setelah tim DVI (Disarter Victim Indentification) selesai mengidentifikasi korban.

Sebanyak 77 korban berhasil diindetifikasi dari 97 jenazah yang dibawa ke RS Bhayangkara. 20 lainnya belum teridentifikasi dan sudah dikuburkan secara massal pada Rabu (27/3) di Kampung Harapan, Sentani Timur, Jayapura.

‘’Yang menerima bantuan adalah korban yang sudah teridentifikasi, sedangkan korban yang dikuburkan secara massal belum mendapatkan bantuan ini. Jika nantinya setelah dilakukan test DNA dan jenazah tersebut diketahui identitasnya maka akan kami laporkan apakah penyumbang masih bersiap untuk membantu,’’  terang Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr Ramon Amiman.

Beberapa warga datang melaporkan jika keluarganya juga meninggal dunia dalam bencana banjir, namun tidak mendapatkan bantuan karena tidak membawa surat keterangan kematian dari RS Bhayangkara.

‘’Syaratnya itu ada bukti surat kematian yang diberikan RS Bhayangkara sebelumnya,’’ jelas Amiman.

Sementara itu Bripka Theys Yom mengucapkan terima kasih kepada Hamba Allah tersebut dan hanya bisa mendoakan semoga Tuhan menyertai sepanjang hidupnya dan melimpahinya berkat. ‘’’Kami sangat berterima kasih, karena bantuannya sangat menolong kami, kami juga berterima kasih ke Pak Kapolda yang memberikan perhatian kepada kami korban banjir. Saya hanya bisa berdoa kiranya  Tuhan yang membalaskan segala kebaikan tersebut,’’ ujar Theys Yom yang kehilangan istri dalam musibah tersebut. (NDS) 

Baca Juga:

Ketua KNPI Jayapura: Pemuda tidak Boleh Golput

Nethy Dharma Somba

Nasehat dari Kampung Hobong Sentani Papua Pasca Penetapan Pemenang Pemilu

Nethy Dharma Somba

Antisipasi Lonjakan Penumpang Pesawat, Bandara Sentani Cek Fasilifas

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment