Pospapua.com
Simpatisan ULMWP saat diamankan di Mapolres Jayapura Kota. (foto : Achmad Syaiful)
Hukum & Kriminal

Demo Tolak Pepera, 66 Simpatisan ULMWP Dibebaskan

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura –  Sebanyak 66 simpatisan pendukung referendum Papua yang menamakan diri United Liberation Moverment for West Papua (ULMWP) dibebaskan oleh aparat Kepolisian Resort Jayapura Kota, Jumat (16/8) siang.

Puluhan simpatisan ini dibebaskan setelah sehari diamankan aparat di Markas Polres Jayapura Kota, pada Kamis (15/8). Mereka diciduk dari empat titik saat menggelar demontrasi dengan empat point, termasuk menolak Pepera (penentu pendapat rakyat) tahun 1969.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas dalam keterangan persnya di Mapolresta, Jumat (16/8) siang mengatakan, 66 simpatisan ULMWP ini sempat diamankan lantaran menggelar demontrasi tak berijin.

Mereka terdiri dari 18 simpatisan merupakan kelompok Trikora, 9 simpatisan kelompok Uncen Bawah, 21 simpatisan kelompok Dok V Yapis dan 18 simpatisan kelompok Expo Waena.

“Kami sudah melarang mereka dengan memberikan pemberitahuan secara tertulis, karena setelah kita telaah tidak sesuai dengan hal-hal yang dipersyaratkan dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum,” terangnya.

Sejauh ini Polres Jayapura Kota belum menemukan cukup bukti perbuatan pidana dalam aksi demonstrasi kelompok ULMWP.  Meski demikan, dia akan mengkaji dengan Undang-Undang yang ada.

“Hasil kajian akan kami pegang dan apabila dikemudian hari ditemukan bukti yang cukup, maka kami lanjutkan proses hukum, apakah Pasal Makar dalam KUHP maupun UU lain, baik secara kelompok atau perorangan,” katanya.

Proses pemulangan Simpatisan ULMWP dengan menggunakan truk Polres Jayapura Kota. (foto : Achmad Syaiful)

Dia mengklaim telah melakukan identifikasi terhadap setiap simpatisan ULMWP sebagai pegangan. Sejumlah alat peraga yang digunakan berdemontrasi juga turut diamankan sebagai barang bukti, seperti bercorak bintang kejora, pamflet atau spanduk.

“Ada empat point yang mereka bawa dalam aspirasi meliputi penolakan Pepera, penolakan New York agreement, aksi mendukung Pasifik Forum dan persoalan Nduga, termasuk tulisan penentuan nasib sendiri West Papua,” terangnya.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Imanuel Gobay saat ditemui di sela-sela pendampingan simpatisan ULMWP di Mapolresta, Jumat mempertanyakan tindakan kepolisian terhadap para pendemo.

“Sebelum tanggal 15 Agustus, mereka sudah memberikan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Polda Papua dan Polresta. Langkah ini sudah sesuai mekanisme demokrasi yang dijamin UU Nomor 9 Tahun 1998,” katanya.

Dari 66 orang yang diamankan, Imanuel menyebutkan, 65 orang telah ditahan sejak Kamis hingga Jumat di Mapolresta. 42 orang diantaranya telah dimintai klarifikasi terkait aksi unjuk rasa di Kota Jayapura. (asi)

Baca Juga:

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 25 Kg Sabu dari Malaysia

Syaiful

Tolak Beri Uang, Seorang Guru di Jayapura Dikeroyok Pelajar

Syaiful

Ketua Front Pemuda Muslim Maluku Tersandung Kasus Narkoba

Syaiful

Leave a Comment