Pospapua.com
Danrim 1712/Sarmi Letkol Inf Lambert Mailoa meninjau rumah korban gempa sarmi di Kampung Togonfo dan kampung Munukania . (foto: kodim 1712/sarmi)
Nusantara

Dandim 1712/Sarmi dan BPBD Kunjungi Warga Korban Gempa

Oleh: Hasibuan Aman |

Pospapua.com, Jayapura- Dandim 1712/Sarmi Letkol Inf Lambert Mailoa bersama BPBD Sarmi meninjau lokasi dan bangunan rumah penduduk, serta rumah ibadah maupun bangunan sekolah yang rusak akibat gempabumi tektonik M6,3 pada Kamis (20/6) di Kampung Togonfo Distrik Tor Atas dan Kampung Munukania Distrik Sarmi Selatan, Sabtu (22/6).

Dandim Mailoa setelah tiba di lokasi kejadian menyatakan sangat prihatin dengan kondisi kedua kampung wilayah binaannya yang terdampak gempa mendata sejumlah rumah dan bangunan yang rusak.  “Kita sudah menerima langsung laporan dari kepala kampung dan warga serta melihat kondisi rumah penduduk yang rusak serta bangunan lainnya di dua kampung dan hal ini harus menjadi perhatian kita bersama”, ujar Dandim 1712/Sarmi.

Dandim 1712/Sarmi mengatakan akan berkoordinasi dengan Pemda Sarmi untuk membantu secepatnya perbaikan kerusakan perumahan masyarakat. “Dari data dilapangan, akan kita laporkan dan koordinasikan dengan Bapak Bupati untuk menjadi perhatian kita bersama agar segera di tindak lanjuti dengan perbaikan bangunan rumah penduduk yang rusak termasuk bangunan sekolah dan gereja,’’ ujar Letkol Lambert.

Hal yang sama pula disampaikan BPBD Sarmi Aditia Ramandey bahwa dari data yang diperoleh akibat gempa akan menjadi bahan laporan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa.

“Setelah kita data di lapangan, banyak rumah penduduk yang rusak berat dan hal ini akan menjadi bahan laporan kami kepada Bupati agar segera dilaksanakan rehabilitasi untuk meringankan masyarakat,’’ ujar Aditia Ramandey.

Dalam kunjungan singkat Dandim 1712/Sarmi memberikan sembako kepada warga untuk membantu meringankan kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari pasca gempa.

“Membantu meringankan kesulitan rakyat adalah merupakan tugas pokok kami sebagai aparat kewilayahan dan data yang sudah kita peroleh akan kita laporkan segera ke Pemerintah Daerah untuk membantu masyarakat ,’’ pesannya sebelum meninggalkan lokasi.

Sementara Kepala Kampung Munukania  Nahor Wiraso mengeluhkan kendala yang dihadapi yaitu akses jalan yang rusak dan tidak adanya komunikasi membuat lambatnya informasi tentang adanya kerusakan sejumlah rumah dan bangunan. ” Kita kesulitan untuk melapor kepada pemerintah daerah karena jauhnya jarak kampung ke kota untuk melaporkan kejadian ini dan sinyal pun tidak ada disini,’’  ungkap Nahor Wiraso.

Dari kerusakan bangunan yang sudah didata, didapatkan sejumlah 26 unit rumah penduduk rusak ringan dan rusak berat dikampung Munukania Distrik Sarmi Selatan dan 13 unit rumah rusak ringan dan rusak berat, 1 bangunan SD rusak berat, 1 bangunan gereja mengalami rusak ringan di Kampung Togonfo Distrik Tor Atas. (nds)

 

Baca Juga:

Gubernur Enembe: Demo di Papua Harus Menjadi Perhatian Negara

Nethy Dharma Somba

Sesus Penduduk 2020 Jadikan Satu Data Penduduk Indonesia

Nethy Dharma Somba

Pertamina MOR VIII Maluku-Papua Pastikan Kebutuhan LPG Selama Ramadhan Tersedia

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment