Pospapua.com
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Mersekal Hadi Tjahjanto serta Gubernur Papua Lukas Enembe saat deklarasi damai di Swisbelhotel Jayapura, Kamis (5/9) malam. (foto : Achmad Syaiful)
Khazanah

Damai Papua Butuh Campur Tangan Tuhan

Oleh : Achmad Syaiful |
Pospapua.com, Jayapura – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Pendeta Lipiyus Biniluk memandang perlu campur tangan Tuhan dalam menciptakan kedamaian di Papua.

“Doa dan puasa masal untuk memohon intervensi Tuhan menurunkan kedamaian, kerukunan dan kebersamaan di tanah Papua,” kata Pdt Lipiyus di Jayapura Jumat ( 6/9).

Lipiyus menegaskan, doa dan puasa bersama tokoh lintas agama akan dilaksanakan, Jumat (6/9) hari ini.

Dia mengimbau kepada seluruh umat beragama di Papua agar menjaga kerukunan dan kedamaian di tanah Papua.

Kepala Kantor Wiayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pendeta Amsal Yowei, menyebut doa dan puasa bersama akan diikuti seluruh umat beragama di Papua.

Dia berharap melalui dapat melihat kuasa Tuhan dalam merawat tanah ini hingga tercipta kedamaian, keharmonisan dan kerukunan.

Sebelumnya, Tokoh Lintas Agama menyepakati enam seruan damai pasca unjuk rasa tolak rasisme yang berlangsung rusuh di Kota Jayapura.

Enam seruan merupakan hasil rapat koordinasi yang digagas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pendeta Amsal Yowei dan Ketua FKUB Papua Pendeta Lipiyus Biniluk, Rabu (4/9) siang.

Enam seruan itu meliputi, imbuan seluruh elemen masyarakat agar menjaga dan mempertahankan tanah Papua damai. Doa dan puasa bersama lintas agama pada 6 September 2019, menolak demonstrasi pada situasi dan kondisi terkini di Papua karena berisiko anarkis.

Tokoh lintas agama di Papua menolak rasisme antar elemen masyarakat di Indonesia, serta meminta Menteri Komunikasi dan Informatika memulihkan akses internet di Papua. Terakhir, Tokoh lintas agama memandang perlu adanya Asrama Nusantara bagi seluruh mahasiswa di Indonesia. (Asi)

Baca Juga:

UAS Dipersekusi Gara-Gara Ceramah, Komisi Dakwah MUI Sebut Mirip Hamka

Syaiful

Bermain Bersama, Membangun Hubungan Baik Ayah dan Anak

Nethy Dharma Somba

Belajar Toleransi dari Polandia

Anjar Asmoro Heryanto

Leave a Comment