Pospapua.com
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah V Jayapura Petrus Demon Sili menunjukan peta rawan kebakaran lahan. (foto : Achmad Syaiful)
Nusantara

Curah Hujan Rendah, Empat Kabupaten di Papua Rawan Kebakaran Lahan

Oleh : Achmad Syaiful

Pospapua.com, Jayapura – Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia tengah menjadi perhatian pemerintah terutama pada musim kemarau saat ini. Kewaspadaan pun patut dilakukan di wilayah Papua.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura menyebut empat kabupaten di wilayah Selatan Papua rawan terjadi kebakaran lahan. Kerawanan ini dikarenakan curah hujan yang sangat rendah kurang dari 20 milimeter.

“Potensi kebakaran sangat besar untuk wilayah selatan Papua, yang meliputi Kabupaten Merauake, Boven Digoel, Mappi dan Asmat. Wilayah ini perlu di waspadai oleh kita semua,” kata Kepala Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili, Jumat (23/8).

Kerawanan kebakaran lahan di wilayah selatan Papua menyusul juga berkaca pengalaman kebakaran lahan tahun 2015 lalu. Meski demikian potensi kebakaran lahan di wilayah selatan Papua tidak signifikan seperti yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

“Wilayah Sumatera dan Kalimantan memiliki material lahan gambut yang mudah terbakar, sedangkan di wilayah Selatan Papua bermaterial lahan kering, sehingga potensi kebakaran lahan tidak serawan di Sumatera maupun Kalimantan,” kata Petrus.

Untuk wilayah selatan Papua, terpantau 7 titik api di wilayah Kabupaten Merauke. Titik api diperkirakan meningkat pada September mendatang. Dia pun mengkhawatirkan  aktivitas masyarakat yang membuka lahan perkebunan di wilayah tersebut.

“Tahun ini tidak bisa disamakan dengan tahun sebelumnya. Kami akan pantau terus, jangan sampai ada masyarakat yang membuka lahan perkebunan,” tuturnya.

BMKG wilayah V Jayapura akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, baik komunikasi lintas horisontal maupun vertikal. Dia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan perkebunan dengan cara yang tidak baik hingga berdampak pada kebakaran lahan.

“Api kecil sahabat kita, tetapi api besar musuh bersama. Mari kita bersahabat dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.(Asi)

Baca Juga:

Pencarian Helikopter TNI M1-17 Fokus di Gunung Aprok, Oksibil Papua

Nethy Dharma Somba

Air Danau Meluap, 25 Kampung Terendam

Nethy Dharma Somba

Pemerintah Tutup Dua Lokalisasi di Semarang

Syaiful

Leave a Comment