Pospapua.com
Suasana penghitungan suara di TPS 026 yang berlangsung sampai dinihari. (dharma somba)
Nusantara

Cerita dari TPS, Penghitungan Suara Diwarnai Meja Patah

 

Oleh: Dharma Somba |

Pospapua.com, Jayapura.- Teriakan sah masih terdengar dari  TPS no 26 Kotaraja Grand Distrik Abepura, Jayapura,  sampai Jumat (19/4) pukul 05.00 WIT, petugas dan saksi masih melakukan penghitungan suara hasil Pemilu 2019 yang pencoblosannya dilakukan 18 April 2019.

‘’Partai nomor 4 calon no 1, sah,’’ teriak petugas yang membuka surat suara. ‘’Sah,’’ teriak para saksi dan warga yang ikut menyaksikan penghitungan suara.

‘’Ini penghitungan surat suara untuk kotak terakhir, DPRD Kota Jayapura,’’ terang Panus, Ketua TPS 026.

Penghitungan surat suara berlangsung lama, dimulai Kamis (18/4) pukul 16.00 WIT dan berakhir Jumat (19/4) pukul 05.54 WIT. ‘’Inilah penghitungan surat surat terlama  yang saya ikuti selama ini, lama dan melelahkan, ada lima kotak suara yang harus dihitung,’’ jelasnya.

Penghitungan surat suara dimulai dari kotak suara presiden dan wakil presiden, kotak suara DPD, kotak suara DPR RI, kotak suara DRP Papua dan terakhir DPRD Kota Jayapura.

Selama masa penghitungan suara, banyak hal menarik yang terjadi. ‘’Saya hanya istirahat saat melakukan penandatanganan, itu baru bisa berdiri, setelah itu kembali duduk,’’ ujar Surya.

Penghitungan suara sempat diwarnai dengan patahnya meja tempat menyusun surat suara yang akan dihitung. ‘’Mungkin berat jadi meja patah,’ ‘ ujar Teguh.

Karena meja patah, surat suara yang menumpuk pun jatuh, dan basah karena lantai lapangan basket yang dijadikan TPS itu basah karena habis hujan.

‘’Saya ambil hair driyer dari rumah dan setrika lalu mengeringkan surat suara   tersebut,’’ ujar Ibu yang rumahnya berdekatan dengan TPS.

Kebetulan TPS tersebut berada di lapangan yang menjadi pusat kegiatan warga dan dilengkapi balai tempat anak-anak muda bersantai. Di sana tersedia aliran listrik sehingga bisa digunakan untuk menyambungkan setrika dan hair driyer,

Di TPS 026, pasangan calon 01  memperoleh suara terbanyak  244 suara sementara pasangan calon 02,  44 suara dan surat suara tidak sah ada 4.

‘’Saya memang pilih Pakde karena sudah liat hasil kerjanya, kenapa mau pilih yang baru sebatas janji, semua orang bisa berjanji tapi apakah bisa tepati janji kan masih tanda tanya,’’ cerita ibu-ibu yang ikut menyaksikan penghitungan surat suara.

‘’Saya pilih partai saja karena saya tidak kenal siapa-siapa yang menjadi calon, daripada bingung saya coblos partai saja,’’ sahut ibu yang lain.

‘’Saya juga untuk pilihan DPD pilih yang biasa saya liat muncul di TV jadi pembicara, kan saya bingung mau coblos siapa ya yang biasa saya liat saja,’’ sahut yang lain. (nds)

 

Baca Juga:

Jenazah Karyawan PT Freeport Korban Longsor, Ditemukan

Nethy Dharma Somba

Wali Kota Apresiasi Pengamanan Polres Kota Jayapura Selama Pemilu 2019

Nethy Dharma Somba

Wujudkan Visi Gamantra, Dinkes Deiyai Rekrut 76 Tenaga Medis

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment