Pospapua.com
Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda menyerahkan senjata Telangga Gire mantan ajudan Panglima OPM Goliat Tabuni kepada Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring. (foto: hasibuan aman)
Nusantara

Bupati Puncak Jaya Angkat Mantan OPM Jadi Kepala Kampung

Oleh: Hasibuan Aman |

Pospapua.com, Jayapura- Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda mengatakan Telanggan Gire (30) satu dari empat onggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) termasuk ajudan petinggi yang menyatakan diri kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Sabtu (8/6) lalu, akan dijadikan sebagai Kepala Kampung di salah satu wilayah di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

“Saya telah menyiapkan SK-nya dan tinggal menunggu pelantikannya. Telanggan juga minta diberikan rumah layak bagi keluarganya bersama dengan 4 istri dan anak-anaknya. Ia juga minta motor untuk keperluannya. Semua sudah kita turuti,” kata Yuni.

Yuni mengungkapkan Telanggan Gire juga telah meminta sejumlah kebutuhan kepada pemerintah setempat. Salah satunya adalah keinginannya menjadi kepala kampung. Karena mereka yang menyerahkan diri ini juga warga Negara Indoneesia, selain itu mereka juga memiliki identitas KTP sebagai warga Puncak Jaya.

“Saya akan terus membangun komunikasi baik kepada mereka yang menyerahkan diri ini. Jadi permintaan mereka ini ke saya adalah bapak saya mau layak hidup sebagai warga Negara Indonesia biasa. Dan mau diangkat sebagai kepala kampung,” ujar Yuni.

Bupati Puncak Jaya menyebutkan  dengan adanya komunikasi pada mereka ini, semua akan terwujud tanpa adanya pertumpahan darah.

Yuni mengaku sejak 2004 lalu dimulainya gangguan keamanan yang dilakukan oleh KKSB. Saat itu, ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Puncak Jaya selama 10 tahun berturut-turut.

“Uang miliaran pun untuk mengajak mereka kembali ke pangkuan NKRI tak cukup, tanpa pendekatan secara kekeluargaan dan komunikasi intens. Saudara kita yang masih berseberangan ini adalah WNI, memiliki KTP Puncak Jaya dan mereka tetap harus dihargai,” jelasnya.

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda menyerahkan satu pucuk senjata jenis mouser beserta 3 amunisi kaliber  7,62 mm kepada Panglima Kodam XVII/Cenderawasih.

Penyerahan senjata dilakukan pasca mantan ajudan Goliat Tabuni, pimpinan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Telanggan Gire bersama tiga anak buahnya bersumpah setia kepada NKRI  awal Juni lalu.

“Ini bukti kepercayaan saudara kita yang selama ini berseberangan dan saat ini percaya dengan pemerintah dan aparat keamanan yang telah melakukan pendekatan persuasif, tidak emosional dan mengutamakan komunikasi dan pendekatan kekeluargaan,” kata Yuni, usai penyerahan senjata Mouser di Makodam Cenderawasih.

Selain menyerahkan satu pucuk senjata organik, Bupati Yuni Wonda juga menyerahkan tiga butir amunisi kaliber 7,62 mm disaksikan Dandim 1714 Puncak Jaya, Letkol Inf Agus Sunaryo, Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ary Purwanto serta pejabat teras Kodam XVII/Cenderawasih.

Sementara itu Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya yang telah merangkul kelompok separatis bersenjata hingga menyerahkan senjata dan amunisi, serta memberikan fasilitas maupun tempat tinggal kepada kelompok tersebut.

“Mereka ini (KSB) saudara kita yang tidak sepaham, namun cepat atau lambat pasti akan sadar dan kembali ke NKRI,” kata Pangdam.

Ia berharap langkah Telanggan Gire alias Wiginus dan tiga rekannya yakni Piningga Gire (25), Tekiles Tabuni (30) dan Perengga (27) dapat diikuti oleh pimpinan kelompok Goliat Tabuni untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ”Kami harap seluruh masyarakat dapat memberitahukan kepada kerabatnya yang masih bergabung dengan Kelompok Separatis Bersenjata di Puncak Jaya, termasuk Goliat Tabuni,” harapnya. (nds)

 

Baca Juga:

Tahfidz Papua Butuh Uluran Tangan Dermawan

Nethy Dharma Somba

Tidak Punya e-KTP Dipulangkan ke Daerah Asal

Nethy Dharma Somba

KPK Temukan Kebocoran Negara Rp 2.000 Triliun Setiap Tahun

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment