Pospapua.com
Bupati Puncak Willem Wandik meninjau kondisi bangunan pascateror KKB, Senin (7/10). (foto : Humas Pemkab Puncak)
Nusantara

Bupati Puncak : 24 Rumah Dibakar KKB, Kerugiaan Rp 50 Miliar

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Puncak – Pemerintah Kabupaten Puncak mulai mendata kerusakan akibat aksi teror pembakaran oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, pada akhir September lalu.

Bupati Puncak, Willem Wandik menaksir kerugiaan materil yang ditimbulkan konflik di Puncak mencapai Rp 50 miliar.  Dia mencatat 24 rumah serta sebuah gedung sekolah ini ludes dibakar oleh kelompok bersenjata di wilayah itu.

Puluhan rumah warga dampak konflik di Puncak, lanjut Willem, tersebar di Kampung Kimak, Kampung Tagaloa dan Kampung Kalebur. “Dampak kerugian dari aksi kontak senjata antara KKB dan TNI-Polri, yang berujung pembakaran gedung sekolah dan rumah warga oleh KKB mencapai Rp 50 miliar,” kata Willem Wandik dalam keterangan tertulis yang diterima Pospapua.com, Selasa (8/10).

Willem Wandik mengungkapkan, sebagian rumah yang dibakar kelompok bersenjata juga digunakan untuk tempat usaha warga.  “Rumah yang dibakar ini juga dijarah isinya karena rata-rata rumah warga ini memiliki kios,” terangnya.

Selain pembakaran rumah di Ilaga, dia menyebut, dampak dari operasi penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata di wilayah Gome juga menimbulkan beberapa honai milik masyarakat ikut terbakar.

“Untuk kejadian di Distrik Gome pada Agustus lalu dampak dari operasi penegakkan hukum terhdap kelompok bersenjata,” ungkap Willem Wandik.

Willem Wandik mengaku telah meninjau bangunan rumah dan sekolah yang dibakar kelompok bersenjata di Ilaga. Dia berharap adanya ban tuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Papua untuk membangun kembali rumah warga yang terbakar.

“Paling utama adalah Negara tetap ada di sini, jadi kami butuh sharing dana antara Pemerintah Kabupaten, Pusat dan Provinsi untuk membantu kita keluar dari perosoalan ini, terutama untuk membangun kembali rumah yang sudah terbakar ini,” tuturnya.

Sebelumnya, sekitar 500 warga Kabupaten Puncak, Papua, mengungsi ke sejumlah Pos Pengamanan TNI-Polri di wilayah Ilaga akibat teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen, pada 28 September.

Selain teror penembakan terhadap warga sipil, kelompok bersenjata juga membakar rumah dan kios milik warga. Teror kelompok bersenjata dinyatakan berakhir usai perdamaian khas Pegunungan Tengah di Ilaga, pada akhir pekan kemarin.(Asi)

Baca Juga:

Pasca Terbakar, Kios di Pasar Youtefa Dibangun Kembali

Nethy Dharma Somba

Jaga Kebersihan Kota Jayapura Kewajiban Bersama, Jangan hanya Salahkan Pemerintah

Nethy Dharma Somba

Pasar Phara Sentani Kekurangan Petugas Kebersihan

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment