Pospapua.com
Kaplolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja dan Bupati Deiyai Ateng Edowa foto bersama pertemuan di Kantor Distrik Tigi, Deiyai. (foto: humas polda papua)
Headline

Bupati Ateng Edowa Minta, Aparat yang Mabuk Ditarik dari Deiyai

Oleh: Hasibuan Aman |

Pospapua.com, Jayapura— Bupati Deiyai Papua, Ateng Edowa mengatakan aparat keamanan yang bertugas di Kabupaten Deiyai dan sering mabuk karena minuman keras agar ditarik oleh kesatuannya karena saat mabuk bisa menyalahgunakan senjata yang dipegangnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ateng Edowa saat berlangsung pertemuan dengan Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja dalam kunjungan kerja ke Deiyai, Sabtu (8/6).

‘’Saya menyarankan kepada bapak Kapolda bagi anggota Polisi atau TNI yang mabuk agar dipindahkan dari sini Kabupaten Deiyai. Tugas mereka selama ini sudah baik hanya kemarin akibat mabuk sehingga terjadi penembakan,” ungkap Bupati Deiyai.

Kedepan, kata Bupati Deiyai, tidak boleh ada orang mati sia-sia baik dengan peluru maupun terkena panah, dan karakter dari masyarakat Deiyai memang berbicara keras tapi tidak pernah melepas busur panah sembarangan masyarakat harus sadar, TNI-Polri dan ASN juga harus sadar.

“Saya akan melaksanakan pertemuan dengan Forkopimda untuk membahas hal ini, seluruh komponen masyarakat mendukung penuh yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Deiyai,” jelas Bupati Ateng.

Sementara itu Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf A Rodja menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, yang sudah merasa tersakiti karena perlakuan dari anggota kami.

“Saya sudah sampaikan kepada anggota untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, mulai dari sekarang polisi harus melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan humanis dan religius, membaur dengan masyarakat sehingga dapat terwujudnya keamanan, kenyamanan, ketentraman di Kabupaten Deiyai.  Saya ingin bekerja sama dengan bapak-bapak sekalian dari kerjasama yang baik ini akan mewujudkan kabupaten deiyai yang aman,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A. Rodja, Sabtu (8/6).melakukan pertemuan dengan Bupati Deiyai, Ateng Edowa dan para tokoh di Kabupaten Deiyai.

Pertemuan itu dilaksanakan di  Kantor Distrik Tigi Kabupaten  Deiyai yang dihadiri Karo OPS Polda Papua Kombes Pol Gatot Haribowo, Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol Jeremias Rontini, Dir Polair Polda Papua Kombes Pol Yulius Bambang Kariyanto, Wadir Reskrimum Polda Papua AKBP Sances Napitupulu, Kapolres Paniai AKBP Abdul Wahid Prio Utomo, Wakil Bupati Deiyai Hengki Pigai, Sekda Marthen Ukago, dan Masyarakat Suku Mee, serta Kepala suku Buton Jamaludin.

Terkait persoalan miras dan judi, Kapolda sudah sampaikan kepada wakil bupati untuk bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk ikut mengawasi apabila ada minuman yang masuk ke Deiyai melalui jalan darat.

“Bila ada minuman yang masuk harus ada kerjasama yang baik dengan semua Forkopimda untuk memusnahkan minuman keras yang masuk ke Kabupaten Deiyai.  Judi dan miras membuat orang menjadi malas untuk melaksanakan hal yang lebih bermanfaat,’’ tegas Kapolda. (nds)

 

Baca Juga:

Jutaan Orang Minta Hotman Paris Hutapea Tangani Kasus Audrey

Nethy Dharma Somba

Menteri Susi Pudjiastuti: Masih banyak Pekerjaan Belum Selesai

Nethy Dharma Somba

Banjir Bengkulu 12.000 Orang Mengungsi, Sejumlah Infrastruktur Rusak

Nethy Dharma Somba

1 comment

Bupati Deiyai Papua Minta Aparat yang Sering Mabuk Segera Ditarik - Indonesia Inside 9 June 2019 | 13:17 at 13:17

[…] JayapuraIndonesiainside.id, Jayapura— Bupati Deiyai, Papua, Ateng Edowa meminta aparat yang sering mabuk agar segera ditarik. Menurut […]

Reply

Leave a Comment