Pospapua.com
Foto kenangan Almarhum Briptu Heidar saat berpose di tempat tugas Pegunungan Tengah Papua. (foto : istimewa)
News

Briptu Heidar 11 Kali Ungkap Kasus Kriminal Bersenjata

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Siapa sangka Briptu Heidar, anggota Polda Papua bantuan kendali operasi (BKO) Puncak yang meninggal ditangan kelompok kriminal bersenjata di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, ternyata seorang polisi berprestasi.

Almarhum Heidar pernah mengungkap  11 kasus yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Pegunungan Tengah Papua, selama 5 tahun bertugas. Prestasi inilah mengantarkan anak tunggal dari pasangan Kaharuddin Nurhaeda lahir di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada 17 Juli 1995 ini banyak mendapat  bintang jasa.

Prestasi terakhir yang cukup menonjol dalam aksi pembebasan sandera warga papua dan non papua oleh KKB di tembagapura yaitu di Kampung Banti, Distrik Tembagapura pada tanggal 11 November 2017. Heidar pun mendapat kenaikan pangkat luar biasa atas prestasi.

“Almarhum banyak mendapatkan bintang jasa karena berhasil mengungkap sebanyak 11 kasus kriminal yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) yang terjadi di wilayah pegunungan tengah Papua,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan, Selasa (13/8).

Jenazah Briptu Heidar turun dari pesawat. (foto : istimewa)

Almarhum Heidar yang sebelumnya berpangkat Brigadir Satu (Briptu) telah diberikan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Brigadir Polisi (Prigbpol) Anumerta. “Sudah diusulkan naik pangkat anumerta menjadi Brigadir Polisi,” terangnya.

Kamal pun menggambarkan sosok Almarhum Heidar usai mengikuti  Pendidikan Bintara Tugas Umum Polri pada 2014 di SPN Jayapura Polda Papua.  Heidar memiliki keahlian khusus dalam berbahasa karena  mahir berbahasa Jerman.

Heidar mendapat penempatan tugas pertama di di Polres Lanny Jaya dengan jabatan Bintara Reskrim selama 2 tahun, sejak 2015. “Pertama penugasan di Lanny Jaya, sebelum ditarik ke Direktorat Reskrim Umum Polda Papua,” urainya.

Dalam kesehariannya, Almarhum Heidar dikenal sebagai sosok personil yang disiplin, ulet dan jujur serta bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinan. Kedisiplinan ini pun yang mengantarkan pada prestasi dalam menjalankan tugas di kepolisian.

Kamal menambahkan, Jenazah Heidar telah diterbangkan ke Kampung halamnnya dengan menggunakan pesawat Sriwijaya SJ 589 pada pukul 14.00 Wit. “Sudah diberangkatkan tadi melalui Bandara Moses Kilangin, Timika,” tutupnya.

Briptu Heidar merupakan anggota Polda Papua yang diperbantukan untuk mengamankan wilayah di Pegunungan Tengah, khususnya Kabupaten Puncak.  Dia meninggal usai disandera masyarakat yang disinyalir kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, pada Senin (12/8).

Jenazah Heidar ditemukan 6,5 jam kemudian di sekitar lokasi penyanderaan saat proses negosiasi berlangsung yang melibatkan Kapolres Puncak Jaya AKBP Ari Purwanto, Bupati Puncak Willem Wandik dan tokoh masyarakat setempat. (asi)

Baca Juga:

Tentara Niger Tewaskan 280 Milisi Boko Haram

Firman

Gempa Tektonik Magnitudo 3,9 Guncang Jayapura

Syaiful

KPAI Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi HIV/AIDS

hamim

1 comment

Berprestasi, Briptu Heidar 11 Kali Ungkap Kasus Kriminal Bersenjata di Papua - Indonesia Inside 13 August 2019 | 16:09 at 16:09

[…] Indonesiainside.id, Jayapura – Briptu Heidar, anggota Polda Papua bantuan kendali operasi (BKO) Puncak, punya sederet prestasi selama bertugas di Papua. Banyak kasus kriminal berhasil dia ungkap sebelum akhirnya disandera dan ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak. […]

Reply

Leave a Comment