Pospapua.com
Sejumlah jurnalis di Jayapura memantau layanan data inetrnet di ponsel, Jumat (13/9). (foto : Achmad Syaiful)
News

Blokir Internet di Jayapura Mendadak Terbuka, Jurnalis Khawatir Hanya Uji Coba

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Layanan data internet di wilayah Kota Jayapura mendadak aktif, setelah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, sejak 19 Agustus lalu. Sambutan suka cita pun bergemuruh dari jurnalis yang berkumpul di salah satu hotel ternama di Jayapura, Jumat (13/9).

Reski Kurniawan, jurnalis Radio RRI Jayapura menyebut layanan data internet di Jayapura terbuka sejak pukul 16.30 WIT. Pembukaan akses layanan data internet di Jayapura sangat membantu tugas-tugasnya sebagai jurnalis.  “Layanan data aktif tadi sore, mudah-mudahan bukan uji coba,” tuturnya.

Pembukaan akses internet di Jayapura juga dirasakan Albert Melmambessy, kontributor surat kabar harian di Papua Barat. Dia mengaku sangat bergembira terbukanya blokir layanan data internet di wilayah Jayapura, bahkan dirinya sempat tidak menyangka layanan data internet telah aktif kembali.

“Saya sangat gembira karena kami bisa mengakses internet tanpa batas melalui ponsel genggam,” ucap Albert.

Menurutnya, layanan data internet sangat dibutuhkan untuk menunjang kerja jurnalis di lapangan. Apalagi, dirinya harus berkomunikasi dengan redaksi di Papua Barat yang juga terkena imbas pemblokiran layanan data internet oleh Kominfo.

“Hari-hari saya kerja dengan memanfaatkan internet karena tanpa internet sangat kesulitan memperoleh data untuk bahan tulisan di koran,” kata Albert.

Dia mengkhawatirkan pembukaan blokir layanan data internet di Jayapura hanya sementara waktu. “Saya khawatir layanan data internet ini hanya uji coba, tapi mudah-mudahan tidak seperti yang saya pikirkan,” tuturnya.

Senada juga disampaikan Fabio Maria Lopes, Jurnalis Koran Kompas di Jayapura bahwa, pembukaan akses layanan data internet sangat berguna untuk insan pers untuk memverifikasi informasi yang bersifat hoaks.

“Selama ini kami mengandalkan internet untuk memverifikasi informasi yang kami terima dari mulut ke mulut. Apalagi informasi itu berpotensi hoaks yang dapat merugikan masyarakat jika ditulis tanpa konfirmasi,” ujarnya.

Namun, Fabio kembali mengkhawatirkan jika pembukaan layanan data internet ini hanya sementara waktu atau sekedar uji coba jaringan oleh Kominfo. “Mudah-mudahan bukan uji coba, supaya kami bisa bekerja dengan maksimal,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe saat ditemui usai pertemuan Forkopimda di Gedung Negara Jayapura, Jumat (13/9) menilai pemblokiran layanan data internet telah merampas hak masyarakat Papua.

“Pemblokiran internet ini sama saja hak masyarakat dirampas negara. Kami harap situasi keamanan di Papua segera aman sehingga akses layanan data internet  dapat dibuka,” harapnya. (Asi)

Baca Juga:

Akhirnya, Karir Politik Andi Arief

hamim

Hewan Kurban di Papua Tembus 2.341 Ekor

Syaiful

Dibutuhkan Pendeteksi Tsunami di Perairan Anak Krakatau

Firman

Leave a Comment