Pospapua.com
Membina hubungan baik ayah dan anak. (foto: istimewa)
Khazanah

Bermain Bersama, Membangun Hubungan Baik Ayah dan Anak

Oleh: Tom Lazuardi |

Pospapua.com, Georgia – Bapak yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal berhubungan dengan pengasuhan anak berarti ia sedang mengembangkan hubungan terbaik dengan mereka. Pertanyaannya; aktivitas apa yang paling pas untuk membina ikatan antara bapak dengan anak, dan kapan aktivitas tersebut patut dilakukan?

Penelitian terbaru dari University of Georgia di Amerika Serikat mengkajinya berdasarkan pilahan jenis keterlibatannya (antara pengasuhan vs permainan) dan waktunya (pada hari kerja vs non-hari kerja). Hasilnya, semua sama-sama memiliki dampak pada kualitas hubungan bapak-anak dengan beberapa kadar berbeda.

Geoffrey Brown bersama timnya melakukan penelitian yang hasilnya diterbitkan dalam Journal of Family Psychology, dengan judul ‘Associations between father involvement and father–child attachment security: Variations based on timing and type of involvement.’

Mereka menemukan, bapak yang menghabiskan waktu bersama anak di selain hari kerja berarti sedang mengembangkan hubungan lebih erat dengan anak-anak. Kegiatan berupa bermain-main tampaknya sangat penting, bahkan setelah peneliti memperhitungkan kualitas pengasuhan ayah.

“Para bapak yang memilih mencurahkan waktu mereka saat non-hari kerja untuk terlibat dengan anak tampaknya secara langsung bisa mengembangkan hubungan terbaik,” kata Brown, asisten profesor di College of Family and Consumer Sciences di University of Georgia. “Pada hari-hari saat tidak bekerja, melakukan kegiatan yang berpusat pada anak atau bersenang-senang untuk anak, tampaknya menjadi prediktor terbaik bagi hubungan ayah-anak yang positif.”

Namun, bapak yang meluangkan waktu untuk membantu tugas-tugas pengasuhan anak di hari kerja pun berarti ia sedang mengembangkan hubungan terbaik dengan anak-anak. Bapak yang terlibat dalam permainan tingkat tinggi dengan anak-anak di hari kerja juga baik, namun memiliki hubungan kedekatan yang sedikit kurang aman.

“Ini kisah yang agak rumit. Tapi, saya pikir ini mencerminkan perbedaan dalam konteks waktu interaksi keluarga pada hari kerja dibandingkan pada non-hari kerja,” kata Brown. “Hal terpenting adalah pada hari kerja, dari perspektif membangun hubungan yang baik dengan anak-anak, lebih baik bapak membantu mengasuh anak.”

Pada anak usia dini, cara yang paling umum untuk mengkonseptualisasikan hubungan orangtua-anak adalah melakukan aktivitas yang membina hubungan keterikatan. Anak-anak membentuk ikatan emosional dengan yang mengasuh mereka. Pengasuhan itu untuk tujuan menjaga mereka tetap aman, memberikan kenyamanan dan keamanan, dan memodelkan bagaimana seharusnya bentuk hubungan itu.

Beberapa dekade penelitian telah berfokus pada keamanan dalam hubungan ibu-anak. Ini jumlahnya banyak. Tapi, penelitian tentang hubungan bapak-anak dan bagaimana hubungan yang erat dan aman itu dibangun, ternyata hanya ada dalam jumlah jauh lebih sedikit.

Maka, Brown dan rekan-rekannya meneliti 80 pasangan bapak-anak ketika anak-anak berusia sekitar 3 tahun. Tim melakukan wawancara dan mengamati interaksi bapak-anak di rumah, merekam video yang dievaluasi di luar lokasi, dan kemudian menetapkan skor yang menunjukkan bagaimana eratnya hubungan itu.

“Kami berusaha memahami bagaimana hubungan antara kehidupan kerja dan kehidupan keluarga, dan bagaimana bapak membangun peran terhadap anak. Di sini, ada konteks waktu keluarga dan waktu kerja yang berbeda,” kata Brown.

“Mengandalkan metode terlalu banyak bermain pada hari kerja, ketika anak atau pasangan sedang membutuhkan bapak untuk membantu pengasuhan anak, itu baik tapi bisa menjadi masalah. Metode bermain tampaknya lebih signifikan ketika bapak punya lebih banyak waktu dan lebih sedikit tekanan,” kata Brown.

“Apa pun metodenya, dan bagaimana pun waktunya, pada akhirnya bapak tetap akan terlibat dalam berbagai perilaku pengasuhan anak dan harus menyesuaikan pola asuh agar sesuai dengan tuntutan dan keadaan setiap hari. Dengan ini, kemungkinan besar bapak bisa mengembangkan hubungan yang erat dan aman dengan anak-anak.” (Lin/nds)

Baca Juga:

Sakit Membersihkan Dosa

hamim

Warga Jogokariyan Terima Daging Kurban 7 Ons per Jiwa? Penjelasannya Bikin Haru

Syaiful

Prabowo Jadikan Perkataan Nabi Sebagai Pedoman Hidup

Syaiful

Leave a Comment