Pospapua.com
Aksi unjuk rasa susulan tolak rasisme mahasiswa Papua di Taman Imbi, Kota Jayapura, Kamis (29/8). (foto : istimewa)
Nasional

Benny Wenda Dekati Pihak Asing Angkat Isu Papua di PBB, Kapolri Baca Pergerakannya

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memantau pergerakan tokoh separatis Benny Wenda dalam kerusuhan Papua. Mantan Kapolda Papua ini menyebut satu hingga dua negara telah didekati untuk mengangkat isu Papua di PBB.

“Ada 1-2 negara yang sudah didekati supaya mengangkat isu itu, supaya nendang bikin rusuh di sini, tapi kasihan mengorbankan masyarakat,” ujar Tito Karnavian kepada wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura, Papua Kamis (5/9).

Menurut Tito, tidak ada agenda mengenai Papua dalam Sidang Majelis Umum PBB, namun isu Papua sengaja dilempar, bagaikan bola. Dalam sidang majelis umum PBB pada 23-24 September 2019, seluruh negara bisa menyampaikan pandangan-pandangan.

“Tanggal 23-24 September 2019 ada Sidang Majelis Umum PBB, di situ semua negara bisa menyampaikan pandangan-pandangannya, tidak ada agenda mengenai Papua, tapi nanti sengaja bola dilempar, ada beberapa unsur eksternal,” bebernya.

Tito pun menyebut kerusuhan di Papua merupakan bagian dari rencana Benny Wenda. “Semua kita ngerti lah, Benny Wenda main, mereka mau kejar dalam rangka tanggal 9 September 2019, itu ada rapat di Komisi HAM Jenewa. Jadi mereka sengaja bikin rusuh biar di sana ada suaranya Papua rusuh,” paparnya.

Jenderal asal Palembang ini menyatakan akan mengejar Benny Wenda dan kelompok pendukungnya, baik United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) maupun Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

“Apa yang terjadi di Papua itu didesain oleh kelompok yang ada di sini dan itu akan saya kejar. Kita sudah tahu nama-namanya kami akan tegakan hukum kepada mereka,” tegasnya.

Mabes Polri pun telah memantau pihak-pihak yang memproduksi hoaks terkait Papua. “Kasihan  korban masyarakat, nanti Tuhan yang membalas, ingat pembakaran ada korban, meninggal, itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,” kata Tito.

Sebelumnya, Kapolri mengungkap dua organisasi berseberangan yang memicu kerusuhan di Papua dan Papua Barat, serta beberapa kota lain di Indonesia.  Kedua organisasi itu yakni, ULMWP  dan KNPB dituding bertanggung jawab atas serangkaian kerusuhan dalam unjuk rasa tolak rasisme.

Kedua organisasi tersebut berafiliasi dalam mendesain kekacauan dalam serangkaian unjuk rasa tolak rasisme di beberapa kota di tanah air, terkhusus Papua dan Papua Barat. Benny Wenda disebut-sebut sebagai dalang dibalik rangkaian aksi unjuk rasa ini. (Asi)

Baca Juga:

Jamaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah untuk Wukuf

Syaiful

Irjen Pol Sormin Martuani Pergi, Brigjen Pol Rudolf A Rodja Datang

Nethy Dharma Somba

Polresta Palembang Kejar 30 Tahanan yang Kabur

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment