Pospapua.com
Ketua Bawaslu Papua Metusalah Infandi (kiri) dan Divisi Penindakan Bawaslu papua Amandus Situmorang (kanan). (foto: dharma somba)
Nusantara

Bawaslu Papua Proses 30 Laporan Tindak Pidana Pemilu

Oleh: Dharma Somba |

Pospapua.com, Jayapura – Bawaslu Papua dan Gakkumdu saat ini menerima 30 laporan dugaan tindak pidana pemilu 2019 dari kabupaten/kota se Papua. Jenis pelanggaran didominasi perubahan suara oleh penyelenggara.

Ketua Bawaslu Papua Metusalah Infandi menjelaskan 30 laporan tersebut sedang ditangani Gakkumdu.  ‘’Jenis pelanggaran bermacam-macam ada laporan pemilih tidak menerima dokumen, petugas yang melakukan perubahan perolehan suara, ada pejabat yang terlibat kampanye serta dugaan OTT,’’ terang Infandi.

Dari 30 laporan tersebut, menurut Infandi satu kasus sudah dinyatakan ditutup karena tidak terbukti OTT. ‘’Setelah dilakukan klarifikasi kepada yang dilaporkan maupun orang-orang terkait dalam laporan tersebut ternyata dugaan tindak pidana pemilu tidak terbukti,’’ jelasnya.

Amandus Situmorang, Divisi Penindakan Bawaslu Papua menjelaskan OTT yang terjadi 15 April 2019 lalu dilakukan oleh Sat Narkoba Polda Papua yang menemukan brankas berisi uang Rp 100 juta dan kartu nama seorang caleg.

Bawaslu lalu menginvestigasi dan menetapkan kasus temuan uang 100 juta dan kartu nama caleg sebagai temuan Bawaslu Papua. Selanjutnya dilakukan klarifikasi terhadap tiga orang, MM yang menerima uang dan kartu nama caleg, Y yang menyerahkan uang dan L nama dalam kartu nama caleg.

Dari hasil klarifikasi ternyata uang tersebut bukan untuk money politic tetapi sebagai pembayaran janji politik Y kepada MM saat Y maju sebagai calon bupati Kabupaten Jayapura 2016 lalu, dimana saat itu MM banyak membantu Y.

Dalam Pemilu 2019, istri MM menjadi salah satu caleg dan sudah kehabisan dana, sehingga MM menagih janji Y dan  Y lalu menyerahkan uang Rp 100 juta dan kemudian MM di salah satu hotel di Jayapura dan berpesan agar memperhatikan Caleg L. Karena MM tidak kenal caleg L maka Y memberikan beberapa lembar kartu nama caleg untuk dibagikan ke keluarga MM dengan harapan dipilih saat Pileg.

Amandus menegaskan, tidak ditemuak bukti money politic, hanya terjadi pembayaran janji politic yang dulu dijanjikan Y kepada MM.

‘’Dengan demikian kasus ini dianggap selesai dan uang Rp 100 juta akan kita serahkan ke pemiliknya MM,’’ tegas Amandus. (nds)

 

Baca Juga:

Wali Kota Tomi Mano Canangkan 8 Kampung KB di Jayapura

Nethy Dharma Somba

Disersi, Polda Papua Pecat 10 Anggotanya

Nethy Dharma Somba

Lagi, Polisi Gagalkan Penyelundupan 5.050 Ekor Kura- Kura Moncong Babi

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment