Pospapua.com
Bakar batu masyarakat di Kabupaten Jayapura, awal September lalu. (foto : dok Humas Polda)
Headline

Bakar Batu Kepulangan Mahasiswa Dibubarkan, 9 Terduga Provokator Ditangkap

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Mimika – Bakar batu sebagai ucap syukur kepulangan mahasiswa Papua yang digelar di halaman Kantor Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (LEMASA), Kamis (19/9) dibubarkan aparat.

Setidaknya sembilan warga yang diduga sebagai provokator aksi bakar batu ditangkap. Mereka yakni, Jhoni Jangkup (31 tahun), Ongen Jep Tabuni (21 tahun), Samuel Yobe  (25 tahun), Paskal Oniyoma (19 tahun).

Ardi Murid (24 tahun), Hengki Yikim (21 tahun), Antonius Erdi Wenda (20 tahun), Herman Magal (19 tahun) dan Arif Nugroho (31 tahun). Tak hanya itu, aparat juga terpaksa mengamankan 13 warga yang diduga peserta bakar batu.

Empat diamankan saat berada di area kuburan Kelik Kwalik samping Lapangan Timika Indah. Sementara  sembilan lainnya diamankan saat melayangkan protes di Kantor Pelayanan Polres Mimika pasca penangkapan rekannya.

Adapun identitas mereka yakni, Tiyas Wenda  (24 tahun), Maris Tebay (23 tahun), Cristin Waker (18 tahun) dan Novi Koga  (21 tahun), Karoken Karoba (25 tahun), Osen Pigome (19 tahun), Dinan Pigai (18 tahun), Agustinus Omoko (23 tahun), Kevin Tabuni (21 tahun), Riky Gobay (20 tahun), Isai Kadeba (26 tahun), Ronaldo Natalis Tebay (20 tahun) dan Andi Waine (22 tahun).

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto saat dikonfirmasi, Kamis mengatakan, pembubaran paksa dikarenakan bakar batu yang digagas pihak Lemasa dikhawatirkan akan ditunggangi oleh kelompok tertentu yang bisa menimbulkan kekacauan di Timika.

“Acara bakar batu sebagai syukuran kepulangan mahasiswa dari seluruh Indonesia, namun tidak diberikan ijin karena ditengarai akan ditunggangi oleh kelompok tertentu yang bisa menimbulkan kekacauan di Timika,” kata Agung.

Sebelum pembubaran paksa, kata Agung, pihalknya telah memberikan imbauan kepada seluruh massa dan panitia bakar batu untuk membubarkan diri. “Kami tidak menerbitkan surat ijin keramaian karena perkembangan situasi. Namun mereka tetap memaksa melanjutkan kegiatan, kami telah memberikan peringatan,” terangnya.

Agung menuturkan, 22 orang masih diambil keterangannya terkait aksi bakar batu tersebut, termasuk 9 orang yang diduga sebagai provokator.  “9 orang ini melawan saat proses pembubaran, mereka masih diambil keterangannya,” katanya. (Asi)

Baca Juga:

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Status Awas

Nethy Dharma Somba

Seruan Jihad Mencuat, MUI Papua : Rusuh Wamena Bukan Konflik Agama!

Syaiful

Helikopter Diberondong Peluru di Ilaga, Polda: Diduga Ulah Lekagak Telenggen

Syaiful

Leave a Comment