Pospapua.com
Simon Sapari (tengah) kepala Badan Pusat Statistik Papua. (foto: faisal narwawan)
Ekonomi

Angkutan Udara dan Bawang Putih Picu Inflasi di Kota Jayapura

Oleh: Faisal Narwawan |

Pospapua.com, Jayapura – Hasil pemantauan BPS Provinsi Papua selama Mei 2019 yang bertepatan dengan bulan ramadan, Kota Jayapura terjadi  inflasi sebesar 1,13 persen.

‘’Kondisi tersebut berbeda dengan bulan sebelumnya dimana Kota Jayapura alami deflasi sebesar 0,26 persen,” ungkap Simon Sapari kepala Badan Pusat Statistik Papua, dalam jumpa pers, Selasa  (11/6).

Disampaikan, secara umum inflasi tersebut masih didominasi oleh pengaruh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan.

Bahan makanan sendiri memberikan andil sebesar 0,589 persen terhadap total inflasi di Kota Jayapura. “Faktor pemicu terjadinya inflasi adalah kenaikan harga dengan besar-besaran,” ujarnya lagi.

Disebutkan, BPS Papua mencatat angkutan udara menyumbang inflasi 0,650 persen, bawang putih 0,202 persen, bawang merah 0,179 persen, ikan kembung sebesar 0,079 persen, kangkung 0,056 persen, ikan cakalang 0,046 persen, cabai rawit 0,037 persen, sawi hijau 0,018 persen, ikan salam 0,18 persen, tomat sayur 0,016 persen dab beberapa komoditas lainnya.

Sementara, di Merauke selama Mei 2019 terjadi delfasi sebesar 0,49 persen. Kondisi ini bertolak belakang dari bulan sebelumnya yang alami inflasi 1,20 persen.

Diantara faktor pemicu terjadinya deflasi karena adanya penurunan harga beberapa komoditas bahan makanan. “Ya bayam sebesar 0,293 persen, kacang panjang sebesar 0,271 persen, cabai rawit sebesar 0,212 persen,  ikan kembung 0,196 persen, beras  0,190 persen, tarif pulsa ponsel 0,135 persen, cabai merah besar 0,099 persen, udang basah 0,073 persen, daging ayam ras sebesar 0,072 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,038 persen dan beberapa komoditas dominaan lainnya,” jelas Simon lagi.

Lebih lanjut disampaikan secara umum deflasi tersebut didominasi oleh pengaruh penurunan harga pada kelompok bahan makanan  dengan andil mencapai 0,349 persen terhadap total deflasi di Merauke. (nds)

.

 

Baca Juga:

Pasar Modal Perlu Jaga Integritas agar Turunkan Risiko

Firman

INDEF Sebut Persaingan Tak Sehat Picu Tiket Pesawat Naik

hamim

Dinilai Diskriminatif, AirAsia Stop Penjualan Tiket di Traveloka

hamim

Leave a Comment