Pospapua.com
Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Antirasisme menggelar aksi protes di sekitar Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Fichri Hakiim/Indonesiainside.id)
Nasional

Aksi Berlanjut, Massa Bawa Bendera dan Atribut Bintang Kejora Depan Istana

Oleh: M Aulia Rahman |

Pospapua.com, Jakarta – Aksi mahasiswa Papua tolak rasisme kembali bergema di bumi Indonesia.  Namun aksi itu kini mengarah ke referendum bagi rakyat di Bumi Cenderawasih itu.

Aksi depan Istana Kepresidenan saja, massa sudah berani membawa bendera dan atribut Bintang Kejora. Massa mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Antirasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme. Sekitar seratus orang ikut dalam aksi itu di depan Istana Kepresiden, Jakarta, Kamis (22/8).

Bendera kecil yang melambangkan Bintang Kejora sempat dikibarkan saat massa aksi menyanyikan lagu-lagu dengan lirik yang menuntut kemerdekaan bagi Papua. Aksi ini dibalut dengan luapan kekecewaan dan ketersinggungan atas isu rasisme di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Dalam orasinya, mereka tidak hanya menolak perlakuan rasisme yang diduga dilakukan oknum masyarakat kepada mahasiswa Papua. Teriakan meminta merdeka beberapa kali terdengar dari kumpulan massa tersebut.

“Kami hanya meminta keadilan dan merdeka. Republik ini harus mengakui bahwa Papua itu sudah merdeka pada tahun 1961. Jangan pura-pura tidak sadar dengan hal ini!” ujar salah seorang peserta aksi kepada wartawan.

Beberapa peserta aksi juga mengecat wajah dengan simbol Bintang Kejora. Begitu juga dengan spanduk yang mereka bawa, beberapa diberi tanda bintang.

“Berikan hak menentukan nasib sendiri untuk mengakhiri rasisme dan penjajahan di West Papua,” demikian salah satu bunyi spanduk besar yang dibawa massa.

Aksi dan tuntutan yang sama juga disuarakan sejumlah mahasiswa Papua di Bali. Aksi ini digelar Ikatan Mahasiswa, Pelajar dan Mahasiswa Papua (IMMAPA). Mereka menggelar aksi di Bundaran Renon, Denpasar, Kamis (22/8).

Saat berjalan mereka sambil menyerukan sejumlah tuntutannya. Di antaranya menuntut pengusutan perkataan rasisme di Surabaya. Kemudian meminta Indonesia memberikan kepada Papua untuk menentukan nasibnya sendiri melalui referendum.

Aksi serupa juga telah dilakukan massa dan mahasiswa Papua di berbagai tempat. Mereka melengkapi diri dengan membawa bendera dan simbol Bintang Kejora, seperti di Medan, Fakfak, dan daerah lain di Papua. (Aza/Asi)

Baca Juga:

Pemda Gunung Kidul Berupaya Tekan Angka Bunuh Diri

Nethy Dharma Somba

AILA : Muatan RUU P-KS Tak Sesuai Kepribadian Bangsa

Syaiful

Divonis 8 Tahun Penjara, Karen Agustiawan Menangis

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment