Pospapua.com
Abu Razak, Pimpinan KKB Pidie Jaya. (foto : istimewa)
Hukum & Kriminal

Abu Razak Ternyata Tukang Servis Senjata GAM Sebelum Beralih Bertani

Oleh: Hendri |

Pospapua.com, Aceh –  Kepolisian Daerah Aceh membongkar sepak terjang Abu Razak, pimpinan Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tewas dalam kontak tembak di Gampong Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Aceh, Kamis (19/9) sore.

Pria berusia 53 tahun ini diketahui merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang melakukan serangkaian aksi kriminal bersenjata di Aceh. Razak tercatat sebagai tukang servis atau memperbaiki senjata milik GAM.

“Setelah konflik, dia pernah beberapa kali terlibat dalam kasus kriminal bersenjata di Aceh,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriono saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/9).

Abu Razak memiliki identitas asli bernama Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al-Kahar Alias Razak Bin Muda Abdul Muthali. Dia bergabung dengan GAM pada tahun 1999 di wilayah Batee Iliek, Bireuen.

Rangkaian aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan Abu Razak, membuat dia harus dua kali mendekam di penjara dan berakhir kabur pada tahun 2017.  Pasca perdamaian RI-GAM pada 2005, Abu Razak kembali ke masyarakat dan berkerja sebagai petani atau pekebun, bahkan juga sebagai petani tambak.

Nama Abu Razak mencuat pada 2008, saat itu, dia mengacam warga asing (WNA) di Aceh Barat. Kala itu, dia melarang WNA melakukan penambangan di wilayah Meulaboh hingga terpaksa berurusan dengan pihak berwajib.

Setelah menjalani persidangan, Razak divonis satu tahun enam bulan penjara dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba di Jakarta Pusat. Lalu pada tahun 2010 dia bebas dan kembali ke Aceh.

Namun saat itu, warga Dusun Cinta Alam, Desa Cot Trieng, Kecamatan Kuala, Bireuen ini tidak memiliki pekerjaan tetap.Karena itu, pada tahun 2015 Razak pilih untuk bergabung dengan KKB pimpinan Nurdin bin Ismail Amat alias Din Minimi (DM).

Kelompok ini saat itu, paling diburu polisi dan TNI dan sebulan bergabung kemudian, Razak ditangkap personel Polda Aceh pada Jumat (10/4/2015) sekitar pukul 13.00 WIB saat berada di Desa Cot Tarum Kecamatan Kuala Jeumpa Kabupaten Bireuen.

Sementara Din Minimi akhirnya menyerahkan diri kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso pada Desember 2015 dan mendapatkan amnesti dan abolisi. Sedangkan Razak diproses hukum dan didakwa dengan pasal kepemilikan senjata api.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Lhoksukon, majelis hakim memvonisnya dengan hukuman 5 tahun 6 bulan penjara pada Senin 11 Januari 2016 lalu. Dia dijerat dengan Undang-undang Darurat No 12 Tahun 1951. Razak pun mendekam di LP Klas IIA Lhokseumawe.

Dua tahun menjalani hukuman, Razak kabur dari penjara pada 18 September 2017 sekitar pukul 16.00 WIB, dia melarikan diri setelah mengelabui petugas piket. Dari sejak itu, dia tetapkan sebagai DPO Polres Lhoksemawe dengan nomor : DPO/81/IX/2018/RESKRIM LHOKSEUMAWE.

Di luar Lapas, Abu Razak dilaporkan melakukan aksi kriminal bersenjata dengan dalih untuk kepentingan mengembalikan Kerajaan Islam Aceh Darussalam. Namun, beberapa pihak menyebut aktivitas yang dilakukan kelompok ini lebih kepada kriminal biasa.

Setelah sekian lama kabur dari Lapas Kelas II A Lhokseumawe, sepak terjang Abu Razak kemudian tercium lantaran menculik sejumlah warga. Kelompok ini juga disebutkan menyandera warga sipil di kawasan Bukit Cerana, Desa Ie Rhop Timu, Kecamatan Simpang Mamplam.

Aktivitas kriminal ini diduga telah dilakoni sekian lama, tetapi baru terungkap setelah dilaporkan korban penculikan pada Minggu, 15 September 2019 lalu. Setelah sekian lama buron, sepak terjang Abu Razak akhirnya terhenti Kamis sore.

“Satgas Penindakan KKB berhasil melumpuhkan kelompok tersebut,” jelas Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sartijo.

Selain Abu Razak, baku tembak ini juga menewaskan Zulfikar, Hamni dan Wan Neraka. Sementara Wan Ompong, anggota KKB lainnya, berhasil dibekuk petugas. Dari para pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa AK 56 lipat, Revolver dan 100 butir peluru. (Hen/Asi/INI Network)

Baca Juga:

Jaga Kedamaian, TNI-Polri Sambangi Warga Mappi

Syaiful

Gubernur : Proses Hukum Tersangka Kerusuhan Tetap di Papua !

Syaiful

Polisi Akan Periksa Perwakilan 5 Ormas Terkait Perusakan Merah Putih

Syaiful

Leave a Comment