POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Menekraf Dorong Perusahaan Teknologi Indonesia Berinovasi untuk Pasar Global

Menekraf Dorong Perusahaan Teknologi Indonesia Berinovasi untuk Pasar Global

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong perusahaan teknologi Indonesia untuk terus menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus menciptakan nilai tambah. Langkah tersebut dinilai penting agar produk teknologi dalam negeri dapat berkembang secara komersial dan memiliki daya saing di pasar global.

Inovasi Teknologi Harus Menjawab Kebutuhan Industri

Teuku Riefky Harsya menilai perkembangan McEasy menjadi salah satu contoh positif perusahaan teknologi Indonesia yang menghadirkan inovasi untuk memperkuat ekosistem mobilitas, transportasi, dan logistik.

“Indonesia memiliki talenta, pasar, dan kebutuhan industri yang dapat menjadi ruang bagi inovasi teknologi untuk tumbuh, seperti yang ditunjukkan oleh McEasy,” kata Harsya.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut terus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah, dapat dipasarkan secara luas, dan pada akhirnya mampu bersaing di pasar internasional.

Kemampuan menciptakan teknologi baru perlu diikuti dengan penerapan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, perusahaan teknologi perlu membangun model usaha yang berkelanjutan agar inovasi dapat berkembang dalam jangka panjang.

McEasy Mendapat Pendanaan Seri B Senilai 9 Juta Dolar AS

Dalam perjalanan bisnisnya, McEasy memperoleh pendanaan Seri B senilai 9 juta dolar AS dari Integra Partners, perusahaan modal ventura yang berbasis di Singapura.

Perusahaan tersebut juga memperoleh fasilitas pembiayaan utang untuk mendukung pertumbuhan dari InnoVen Capital. Sebelumnya, McEasy telah mendapatkan pendanaan tahap awal dan Seri A dari East Ventures serta Granite Asia.

Dukungan pendanaan tersebut menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap potensi pengembangan teknologi perusahaan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sektor transportasi dan logistik.

Teknologi Digunakan Sekitar 2.000 Perusahaan

Teknologi McEasy saat ini digunakan oleh sekitar 2.000 perusahaan. Sistem yang dikembangkan perusahaan tersebut mencatat perjalanan kendaraan sekitar 350 juta kilometer setiap bulan.

Harsya mengatakan pencapaian itu menunjukkan bahwa perusahaan teknologi Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun produk yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus mendapatkan kepercayaan dari pasar dan investor.

Kepercayaan tersebut menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan teknologi dalam negeri untuk memperluas skala usaha dan meningkatkan daya saing ketika memasuki pasar yang lebih besar.

Pemerintah Dorong Inovasi hingga Tahap Komersialisasi

Harsya menegaskan Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen menjalankan peran sebagai fasilitator untuk membantu perusahaan rintisan teknologi memperkuat perjalanan usaha dari tahap inovasi hingga komersialisasi.

Dukungan tersebut diarahkan agar inovasi dapat berkembang menjadi produk dan usaha yang berkelanjutan, bukan hanya berhenti pada tahap pengembangan awal.

Pemerintah ingin memastikan inovasi yang lahir di Indonesia tidak berhenti sebagai purwarupa. Teknologi tersebut diharapkan terus dikembangkan, mendapatkan perlindungan yang memadai, dipasarkan secara komersial, serta diperluas ke pasar yang lebih besar.

Dengan pengembangan berkelanjutan dan dukungan ekosistem yang kuat, perusahaan teknologi Indonesia diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.