POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Penyintas tanah longsor di Indonesia mengenang saat terkubur dalam lumpur – Berita

Penyintas tanah longsor di Indonesia mengenang saat terkubur dalam lumpur – Berita

Setidaknya 23 orang tewas dalam tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di distrik Suva di pulau itu pada hari Minggu.

Baca selengkapnya…

Rekaman drone menunjukkan kerusakan akibat tanah longsor setelah hujan Senin lalu di Distrik Suva, Provinsi Korandalo, Indonesia. Reuters

Oleh Reuters

Diposting oleh: Kamis 11 Juli 2024, 16:33

Ridwan Wadja teringat dengan jelas saat banjir lumpur menimpa dirinya dan puluhan penambang yang minggu ini bekerja di sebuah tambang emas ilegal di Pulau Sulawesi, Indonesia.

Setidaknya 23 orang tewas dalam tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di distrik Suva di pulau itu pada hari Minggu. Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan 27 orang yang masih hilang, namun pencarian dibatalkan pada hari Kamis karena hujan terus-menerus, kata petugas penyelamat Abifuddin Ilahude.

Ritwan adalah salah satu dari 95 penambang yang selamat. Sambil berusaha keluar dari lumpur dan puing-puing, dia berlari ke desa terdekat di tengah malam untuk mencari bantuan. Penduduk desa takut hujan dan meminta mereka menunggu sampai pagi, katanya.

“Saya masih ingat seperti apa tanah longsor itu,” ujarnya kepada Reuters beberapa hari setelah kejadian.

Penambang lainnya, Rickson Buhungo, tersapu tanah longsor ke dalam lubang. Dia menderita luka di kaki dan tubuh bagian atas, namun 10 penambang yang bekerja dengannya meninggal, katanya.

Penambangan ilegal adalah satu-satunya sumber pendapatan bagi banyak keluarga di daerah terpencil di Indonesia. Keluarga Rithwan termasuk salah satunya, namun pria berusia 53 tahun itu mengatakan, pasca kecelakaan itu, ia sangat membutuhkan istirahat.

“Saya harus istirahat sekarang. Hujan terus turun, jadi saya harus istirahat,” ujarnya.

Ditanya bagaimana dia akan menghadapi kehidupan sekarang, Ridwan berkata, “Saya hanya bisa membiarkan Tuhan melakukan apa yang Dia inginkan. Saya harus bersabar.”