Pospapua.com
Tim gabungan Kabupaten Boven Digoel saat persiapan evakuasi penambang emas. (foto : humas polda)
Hukum & Kriminal

9 Penambang Korban Penyerangan Masih Dirawat, Begini Kondisinya

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Tanah Merah – Sembilan penambang emas korban penyerangan sekelompok orang tak dikenal di Tambang Minning, Distrik Seredaya, Kabupaten Yahukimo, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah Tanah Merah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi, Sabtu (7/9) mengatakan, sembilan penambang emas ini mengalami luka-luka akibat diserang sekelompok orang tak dikenal. Rata-rata mereka mengalami luka senjata tajam dan panah.

Adapun identitas sembilan penambang yang menjadi korban penyerangan, meliputi  (1) David Vasiad (43 tahun) mengalami luka dibagian kepala depan dan 3 jari tangan serta lecet di telapak tangan kiri.

(2) Emanuel Sokol (46 tahun) mengalami luka pada bahu sebelah kiri dan punggung tangan sebelah kiri. (3) Biu Tanga (37 tahun)  mengalami luka pada kepala bagian belakang sebelah kanan, luka pada dahi dan hidung bagian atas bekas anak panah.

(4) Soni Maskait (38 tahun) mengalami luka pada dahi bagian kanan dan bahu sebelah kanan. (5) Rony Simon (23 tahun) mengalami luka robek akibat ditebas menggunakan parang  dan mengenai telinga sebelah kiri yang menyebabkan korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.

(6) Aditia Sanglise (25 tahun) mengalami luka akibat benda tajam (kampak) pada kepala bagian belakang sebelah kiri, luka gores pada bahu belakang bagian kanan dan luka memar pada bagian pinggang belakang bagian kanan.

(7) Reonald Iwan (23 tahun) mengalami  luka dipunggung akibat terkena busur panah. (8) Askar (27 tahun) mengalami luka bahu kiri dan pinggang belakang akibat terkena  busur panah serta lengan kiri akibat terkena senjata tajam.

(8) Sapriadi (24 tahun) mengalami luka robek di bibir dan memar di tubuh akibat ditendang, pukul dan terkena lemparan batu.

Sebelumnya, Polda Papua masih menyelidiki motif penyerangan terhadap penambang emas di Tambang Mining 1, Distrik Seredaya yang terletak di Perbatasan Boven Digoel, Asmat dan Yahukimo, pada Minggu (1/9).

Berdasarkan keterangan penambang, sekelompok warga tak dikenal tiba-tiba mendatangi lokasi tambang tradisional dan melakukan penyerangan tanpa alasan. Ratusan penambang langsung menyelematkan diri dengan menyeberangi Sungai Digul dan berlindung di Polsek setempat.

Tercatat 555 orang penambang telah ditampung di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. 493 pengungsi telah diserahkan kepada pihak keluarga atau Ketua Kerukunan Paguyuban. 378 pengungsi telah diserahkan pada Kamis (5/9) lalu, sedangkan  115 pengungsi diserahkan pada Jumat (6/9). (Asi)

Baca Juga:

Jual Sabu, Sopir Freelance Dipenjara 11 Tahun  

Syaiful

Polisi Tetapkan Lima Tersangka Baru Kerusuhan Wamena

Syaiful

Miras Tradisional dari NTT Gagal Diselundupkan ke Merauke

Syaiful

Leave a Comment