Pospapua.com
Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey saat memberikan keterangan pers. (foto : faisal narwawan)
Nasional News

7 Temuan Fakta Komnas HAM di Kasus Fayit, Asmat

Oleh : Faisal Narwawan|

Pospapua.com, Jayapura – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua merilis fakta investigasi kericuhan di Distrik Fayit, Asmat  27 Mei 2019.

Dari kericuhan tersebut mengakibatkan 4 warga tewas oleh tembakan aparat keamana di Distrik Fayit.

Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey kepada wartawan merekomendasikan dua poin penting dari kasus tersebut.

“Kami juga ingin menyampaikan  7 fakta yang kami dapatkan dari kasus di Kampung Ais Distrik Fayit, Asmat,” ungkap Frits Ramandey, di Kantor Komnas HAM Papua, Jumat (31/5).

Rekomendasi pertama Komnas HAM RI Perwakilan Papua yaitu Pemda Agats melakukan rekonsiliasi dan dukungan lanjutan kepada keluarga korban meninggal dunia dan yang sedang menjalani perawatan  serta berkomunikasi dengan aparat setempat demi tertibnya kondisi yang kondusif di Fayit.

Ke dua, berdasarkan pasa 1 undang -undang HAM nomor 39 tahun 1999 maka Komnas HAM Papua merekomendasikan Pangdam XVII/Cenderawasih untuk segera memproses oknum anggota TNI Serka Fajar ke pengadilan militer atas perbuatannya.

Komnas HAM menyebutkan Serka Fajar tidak berkoordinasi dan menunggu perintah dari Pos Ramil Distrik Fayit, dengan mengambil senjata bukan miliknya serta menembak yang mengakibatkan reaksi massa.

Komnas HAM meminta proses hukum terhadap Serka Fajar dilakukan segera dan terbuka untuk umum.

“Fakta investigasi kami  pertama, adanya pengerahan massa dari tiga kampung sebanyak 220 orang untuk melakukan aksi demo di Kabupaten Agats. Ke dua, adanya pengrusakan 1 rumah milik bapak Muhammad Mulla dan Pos Ramil Kampung Ais Distrik Fayit,” jelas Ramandey.

Selanjutnya, sambut Frits bahwa anggota Polsek dan Pos Ramil diberitahu oleh masyarakat tentang adanya masyarakat dari 3 kampung melakukan pengrusakan rumah dan mengambil alat tajam, anggota polsek dan pos ramil berusaha menghalau massa dengan mengangkat tangan dan meminta warga agar tenang dan tak melakukan pengrusakan, sambil menggendong senjata.

Serka Fajar dari yang kami tahu merupakan anggota Kazidam Kodam di Kodim Merauke ditugaskan ke Fayit mengawasi pembangunan kantor pos ramil.

“Saat itu serka Fajar menanyakan senjata kepada anggota Pos Ramil Serda Jumadu Retob yan memberitahu kalau senjata disimpan di rumah Kopka Eko, Serka Fajar kemudian mengambil senjata tersebut,” ujar Frits.

Fakta ke lima, Komnas HAM Papua menyatakan Brigpol Dimas Bayu Adi Tama dan Serda Jumadi Retob yang dikenal masyarakat sedang menenangkan massa.  Sementara Serka Fajar baru 19 hari bertugas di wilahah itu langsung mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak dua kali.

“Tembakan ini mengundang reaksi massa dan mengejar Serka Fajar, nah  dengan alasan karena terpojok ia langsung menembak masyarakat dari jarak 2-3 meter yang mengakibatkan 4 tewas dan 1 luka tembak di tangan kiri,” kata Frits lagi.

Fakta investigasi ke tujuh disampaikan Frits, Bupati Agats Elisa Kambu bersama tim investigasi gabungan memediasi keluarga korban dan telah memberikan uang duka kepada keluarga korban dan menfasilitasi korban selamat untuk menjalani operasi di Jayapura. (nds)

Baca Juga:

KRL Rute Bogor Hanya Sampai Cilebut

hamim

Rugikan Negara Rp 432 Miliar, 8 Tambang Batu Bara Ditutup

Syaiful

KPU Tak Ingin Berpolemik Pemaparan Visi-Misi

Firman

Leave a Comment