Pospapua.com
Ratusan warga pendatang saat mengungsi akibat teror kelompok kriminal bersenjata di Ilaga, Puncak,Senin (30//9). (foto : dok Humas Pemkab Puncak)
Headline

500 Warga Puncak Mengungsi ke Pos TNI-Polri, Sekolah Diliburkan

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Puncak – Sekitar 500 warga Kabupaten Puncak, Papua, mengungsi ke sejumlah Pos Pengamanan TNI-Polri di wilayah Ilaga akibat teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terjadi sejak Sabtu (28/9) malam.

Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ary Purwanto saat dihubungi, Senin (30/9) petang membenarkan, kabar pengungsian warga di Ilaga. Mereka saat ini telah berada di Pos-Pos TNI-Polri di wilayah Ilaga. “Ada 500 warga yang mengungsi, mereka di Pos-Pos TNI-Polri,” kata Ary.

Ary menyebut aktifitas pendidikan di wilayah Puncak belum berjalan atau diliburkan akibat teror KKB.  Sementara aparat keamanan masih bersiaga untuk mengantisipasi gangguan susulan kelompok kriminal bersenjata.

Total 100 aparat kepolisian telah dikerahkan untuk mengantisipasi gangguan keamanan kelompok bersenjata di wilayah itu. “Situasi aman, namun kami masih bersiaga. Sementara sekolah untuk sementara diliburkan,” terang Ary.

Siang tadi, sambung Ary, Bupati Puncak Willem Wandik telah meninjau para pengungsi yang berlindung di Pos-Pos milik TNI-Polri. “Tadi bapak bupati sudah meninjau pengungsi, beliau sampaikan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada,” tuturnya.

Ary menambahkan, pihak kepolisian tidak melarang warga yang ingin mengevakuasikan diri keluar wilayah Puncak. Namun dia tidak menganjurkan warga untuk keluar dari wilayah Puncak. “Tadi ada 2 penerbangan, saya tidak anjurkan untuk mengungsi keluar karena situasi sudah aman,” katanya.

Soal isu korban penambakan dari aparat keamanan dalam kontak tembak, Ary memastikan informasi itu adalah hoaks. “Tidak betul, hoaks itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto saat dihubungi membantah adanya korban jiwa dari aparat dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjaat di Ilaga. “Tidak ada. Memang hari Sabtu malam ada pembakaran honai, lalu Minggu pagi dikejar oleh tim gabungan mereka kabur sambil nembak-nembak,” terangnya.

Soal kabar pengungsian warga, Eko membenarkan. ” 500 warga di Puncak mengungsi karena takut keselamatan jiwanya terancam. Aktifitas pendidikan dan perkantoran juga belum berjalan,” kata Eko.

Dia menambahkan, aparat keamanan masih meningkatkan kewaspadaan di wilayah Puncak.  “Situasi masih siaga untuk mengamankan masyarakat yang mengungsi. Jumlah personel cukup, bisa mengatasi kelompok di Ilaga,” ujarnya. (Asi)

Baca Juga:

Transportasi dan Gangguan KKB Berpotensi Hambat Kelancaran Distribusi Logistik di Papua

Nethy Dharma Somba

Terjadi Pelanggaran HAM oleh Brimob di Kampung Bali, Peristiwa 21-23 Mei

Nethy Dharma Somba

Bermaksud Melerai, Anggota TNI Jadi Korban Amuk Massa

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment