Pospapua.com
Kondisi ATM di Pelabuhan Laut Jayapura mengalami kerusahan parah akibat rusuh unjuk rasa tolak rasisme, (foto : dok pospapua.com)
Ekonomi

49 ATM di Jayapura Rusak Akibat Kerusuhan

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura –  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua mencatat 49 unit mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura rusak dalam kerusuhan unjuk rasa tolak rasisme di Ibu Kota Papua, Kamis (29/8) lalu.

Kerusakan ATM ini disebabkan ulah massa yang anarkis dalam unjuk rasa di Kota Jayapura. BI Papua memastikan tidak ada kerugiaan yang signifikan dari rusaknya 49 ATM.“ Dari 542 ATM yang ada di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, 49 unit rusak,” terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga.

Kerusuhan di Jayapura juga menyebabkan 7 Kantor Cabang (KC) dan 2 Kantor Cabang Pembantu (KCP) dirusak warga. “Kami sesalkan juga karena 7 KC dan 2 KCP menjadi sasaran pelemparan batu oleh massa,” katanya.

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, terdapat 18 Bank yang beroperasi di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura dengan jumlah kantor perbankan sebanyak 135 Kantor. 135 kantor perbankan ini yang terdiri daru 1 Kantor Pusat, 3 Kantor Wilayah, 22 Kantor Cabang (KC), 59 Kantor Cabang Pembantu (KCP), 41 Kantor Kas dan 542 ATM.

Dari pantauan Pospapua di sejumlah ruas jalan, mesin ATM yang menjadi sasaran aksi anarkis rata-rata terletak di jalur perlintasan massa pengunjuk rasa. Seluruh mesin ATM mengalami kerusakan parah akibat dibobol paksa.

Selain ATM yang terletak di area keramaian, massa juga merusak ATM yang tersedia di Kantor Cabang maupun Kantor Cabang Pembantu. Misalnya di Kantor Cabang Pembantu Bank Rakyat Indonesia di Jalan Percetakan Negara Kota Jayapura.  Kaca-kaca pada ATM pecah.

Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa susulan di Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/8) berlangsung rusuh. Puluhan bangunan, sepeda motor dan mobil ludes dibakar.

Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan jaringan telekomunikasi seluler dan aliran listrik ke rumah pemukiman warga terputus.  Kondisi ini menyebabkan situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktivitas perkantoran dan perekonomian lumpuh. (Asi)

Baca Juga:

OJK Tantang Fintech Buktikan Kontribusi terhadap Perekonomian

hamim

Tiket Mahal, Pengelola Wisata Raja Ampat Menjerit

Nethy Dharma Somba

Transformasi Ekonomi Difokuskan pada Industri Pengolahan

hamim

Leave a Comment