Pospapua.com
Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Balai BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre, menunjukan titik api di Papua, Selasa (10/9). (foto : Achmad Syaiful)
Nusantara

38 Titik Api Terdeteksi di Papua

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura mendeteksi 38 titik api atau hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah Papua, pada Selasa (10/9). Satu titik diantaranya terdeteksi di Kabupaten Tolikara.

BMKG menyebut 38 titik api yang terdeteksi dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen. Lima titik api terdapat di Kabupaten Mappi, meliputi Distrik Nambionan, Obaa, dan Passu Bawah. 32 titik lainnya berada di Kabupaten Merauke, meliputi  Distrik Jagebob, Kurik, Muting, Naukenjerai, Ngguti, Okaba, Sota, Tabonji, Tanah Miring, Tubang, dan Waan, dan 1 Titik di Kabupaten Tolikara Distrik Umagi.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Balai Besar Meteorologi,  Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura Ezri Ronsumbre, Selasa (10/9) mengungkap beberapa hal yang menyebabkan peningkatan titik panas (hotspot) di Kabupaten Merauke.

Pertama, kata Ezri, bulan September dan Oktober diperkirakan merupakan puncak musim kemarau di wilayah Merauke, dengan curah hujan lebih rendah dari bulan lainnya. Ini ditandai dengan jumlah hari tanpa hujan (HTH) yang semakin panjang pada beberapa wilayah dengan kategori menengah atau tidak ada hujan berturut-turut antara 11-20 hari.

Bahkan, lanjutnya, ada wilayah kategori ekstrem atau tidak terjadi hujan lebih dari 60 hari. “Tidak adanya hujan dalam waktu panjang akan menyebabkan potensi kekeringan, ketersedian air tanah yang semkin sedikit,” katanya.

Faktor lainnya, papar Ezri, kondisi topografi  juga merupakan daerah rawa dengan ilalang sehingga saat musim kemarau daerah tersebut menjadi kering dan mudah terbakar. Aktivitas pembakaran lahan secara sengara oleh warga menambah jumlah titik hotspot di daerah tersebut.

“Kondisi suhu udara pada siang hari yang panas antara suhu udara maksimum 33-34 derajat celcius, juga angin kencang yang terjadi dapat menyebabkan titik api cepat meluas,” papar Ezri.

Dia mengimbau agar warga setempat lebih berhati-hati dalam melakukakan aktivitas pembakaran, baik sampah ataupun lahan untuk mencegah titik api semakin meluas dan kabut asap menebal yang dapat mengurangi jarak pandang dan mencemari udara. (Asi)

Baca Juga:

Masyarakat Nduga Butuh Trauma Healing

Nethy Dharma Somba

Idul Fitri Jauh dari Keluarga, Satgas Yonif 328/DGH Sholat Id Di Perbatasan RI-PNG

Nethy Dharma Somba

Bawaslu: Pemasangan APK di Kota Jayapura, Semrawut

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment